Langsung ke konten utama

Mungkin aku akan pergi




Mungkin aku akan pergi

Pernah aku berpikir, ketika bangku tempatku duduk dikelas kosong begitu saja, apakah ada yang menyadari bahwa aku tak kan kembali ke tempat dudukku itu?? Apakah teman yang sering disebelahku sadar, bahwa aku tak hadir?? Apakah guru yang mengajarku sadar pula aku tak hadir dipelajarannya??
Ketika aku tak kembali, apakah mereka merasa kehilanganku? Atau mereka senang aku tak kembali?? Apakah sama jika dari awal aku memang tak pernah ada ditempat itu, seperti saat ini?
Mereka yang tinggal bersamaku, apakah mereka merasa kehilangan ketika aku pergi?? Atau mereka merasa bahwa hal terbaik adalah ketika aku tak ada disekitar mereka??
Atau, apakah mereka merasa nyaman didekatku?? Dan senang mengenalku??
Semua pertanyaan muncul begitu saja, tanpa aku dapat mencegahnya untuk keluar dari bibir ini. Aku tak begitu banyak memiliki teman untuk berbagi cerita, karena aku merasa untuk cerita hidupku yang sedih aku tak ingin membagi kesedihan itu kepada mereka, tapi untuk cerita bahagia, aku ingin sekali selalu membaginya dengan mereka.
Ketika aku tak tidur dikasur itu lagi, apakah ada yang merasa kehilanganku?? Ketika suaraku tak muncul kembali, apakah ada yang merindukan untuk mendengar gelak tawa kecilku?
Dunia ini terlalu luas, lautan di muka bumi ini terlalu dalam, tapi hati manusia lebih luas dan lebih dalam. Hati manusia tidak dapat diukur dengan meteran apapun. Walau aku merasa telah membuat mereka nyaman bersamaku, tapi aku tak tahu apakah mereka telah nyaman bersamaku.
Kadang aku merasa tak memiliki teman dan dunia. Kadang aku merasa hidup seakan tak adil. Kadang aku merasa Tuhan begitu menyayangiku. Kadang aku merasa sangat bodoh karena tindakanku, kadang aku merasa begitu egois saat memutuskan sesuatu.
Semua yang ada didalam pikirku tak dapat aku mengerti satu persatu. Hidup ini seperti sebuah pilihan ganda, dimana kita harus memilih salah satu dari semua option yang ada. Mulai dari bangun tidur hingga waktu tidur datang kembali, aku selalu dihadapkan dengan begitu banyak pilihan.
Untuk semua yang mengenalku dan merasa tidak nyaman berada didekatku, aku minta maaf, karena aku sadar aku bukanlah manusia yang sempurna, maaf jika aku pernah menyakiti hati kalian, maaf jika aku membuat kalian merasa marah, maaf untuk semua kesalahanku tanpa disengaja ataupun sengaja.
Untuk keluarga, teman, sahabat, dan semua yang aku tak dapat sebutkan satu persatu, aku hanya ingin berkata, Terima kasih untuk semua waktu yang menggoreskan kenangan didalam memori ini.

Komentar