Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label goresan ku

menantang kekhawatiran berbuah manis

Bismilaah, dengan izin dan kehendaknya insyaa allah aku percaya itu. Kini aku sungguh memutuskan untuk menggunakan hijab sesuai dengan yang disyariatkan islam yang adalah agamaku. Dahulu terlalu banyak kekhawatiran dalam diriku ini. Aku takut tampil beda dari yang lain, yah itu hal yang aku fikir, aku takut dicap fanatik atau sebagainya. Hingga suatu hari entah apa yang membuatkan memutuskan menggunakan hijab ini. Insyaa allah aku bisa tetap menggunakan hijab syar’i sesuai yang digambarkan rosulullah didalam hadist. Berhijab adalah kebutuhan bukan lagi pilihan itu yang aku pikir. Dahulu aku sempat berpikir , kuno atau bahkan ketinggalan zaman menggunakan hijab. Itu sebelum aku membaca dan memahami sebuah firman allah swt dalam al qurn’an, terlalu mulia wanita didalam islam di jelaskan. Banyak keistimewaan yang digambarkan tentang perempuan didalam alqur’an. Pertama kali aku mengenakan kerudung waktu SMK , aku hingga kini tak bisa menjawab kenapa aku berhijab. Pernah suatu malam aku b...

THIS MY TRUE STORY AND GIVE THANKS TO MY FRIEND

THIS MY TRUE STORY AND GIVE THANKS TO MY FRIEND Bismilah, assalamualaikum teman dan sahabatku yang luar biasa. Ini ceritaku apa ceritamu?? Lets see  Didalam hidup ini selalu saja ada yang namanya konflik entah batin atau dengan orang lain. Dan yang ingin aku tulis adalah konflik batin dalam diri ku ini. Siapa sihh, yang ga pernah ngalamin konflik batin?? Aku yakin semua manusia juga pernah. Entah itu konflik yang sepele atau memang berat, sedikit atau banyak, jarang atau sering. Itu semua pasti ada dan pernah terjadi. Inilah ceritaku tentang konflik batin yang aku rasa saat memutuskan berhijab. Waktu itu aku ingat sekali aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas kejuruan atau yang sering disebut SMK. Usiaku yang masih 17 tahun masih dikatakan remaja, bahkan banyak yang menyebut ABG. Masih terlalu banyak hal yang kurang penting tapi aku pikirkan dan aku khawatirkan, seperti , ketika aku berhijab akankah aku bisa bermain layaknya remaja lain? Lalu pakaian yang aku gunakan pasti k...

Dia sebagai pembanding

Dia yang selalu menjadi pembanding untukku melihat yang lain, selama kaki ini berjalan setelah mengenal Dia aku tak pernah lagi menemukan seseorang yang memiliki sifat yang seperti Dia, bukan paras yang aku lihat dari dirinya tapi sesuatu yang menarik ku untuk melihatnya adalah sikap dan perilakunya yang membuatnya different dari yang lain. Sederhana, kata itulah yang menggambar diri Dia, dalam berbicara Dia tidak selalu merasa bahwa dia mengetahui semua hal, dia tak pernah berpikir bahwa orang yang lebih dewasa perkataanya mendekati nilai kebenaran, tapi dia berpikir , menurut Dia, bukan usia yang mencerminkan pola pikir tapi lingkunganlah. Bijak .. ini juga salah satu yang aku ingat dari diri Dia, ketika aku sedang membutuhkan saran dan bercerita dengan Dia, maka dengan bijak Dia akan memberikan saran, dimana saran tersebut sifatnya netral tidak ada maksud untuk mendoktrin. Dimana saran tersebut kita juga yang akan memutuskannya. Easy going.. Dia mudah sekali berteman dengan ...

Sebuah pertanyaan hati

Sebuah pertanyaan hati Dunia terasa sulit untuk ku gapai atau ku kelilingi, langkah kaki ku tak mungkin menapaki seluruh tempat yang ada didunia ini. Waktu juga menghalangiku untuk berkeliling. Aku hanya dapat duduk dan melihat dari jendela kamar kost ku dilantai 3, tapi bukanlah pemandangan yang indah yang dapat kulihat, kenapa?? Karena tepat didepan jendela kamar, berdiri bangunan yang cukup kokoh. Aku ingin sekali, berkeliling dan berbagi senyuman dengan mereka yang hidup didalam waktu yang mencekam, aku ingin memegang dan memeluk mereka, seakan aku siap untuk menjadi anti peluru mereka, tapi itu semua kusimpan jauh dihati ini, aku tak tega melihat ibu yang pasti tak rela untukku pergi, katika aku pergi ibu tak memiliki anak perempuan selain aku. Awan kecil yang mengintip dari balik gedung terus saja membawaku bermain main di atas sana. Satu menit, dua menit, dan tak terasa telah bermenit menit aku bermain diatas awan, yah itu semua hanya ilusi dalam pikirku. Tersada...

Wahai Engkau...

                 Wahai Engkau... Terdiam dalam keresahan jiwa Tanpa peduli dengan waktu yang terus pergi meninggalkanku Separuh jiwa telah terbang bersama mimpi Hidup seakan mati dan jiwa seakan kosong                 Dia, dia yang mencuri jiwa jiwa yang tenang                 Tanpa berdosa terus bermain dan bermain dengan jiwa jiwa itu                 Aku ingin dia merasakan   menjadi jiwa yang tercuri dan dipermainkan                 Separuh jiwaku telah dicuri Wahai engkau, pernahkah engkau paham? Tentang apa yang kau lakukan? Aku selalu ada, tapi engkau? Aku selalu mengerti, tapi engkau?     ...

Mungkin aku akan pergi

Mungkin aku akan pergi Pernah aku berpikir, ketika bangku tempatku duduk dikelas kosong begitu saja, apakah ada yang menyadari bahwa aku tak kan kembali ke tempat dudukku itu?? Apakah teman yang sering disebelahku sadar, bahwa aku tak hadir?? Apakah guru yang mengajarku sadar pula aku tak hadir dipelajarannya?? Ketika aku tak kembali, apakah mereka merasa kehilanganku? Atau mereka senang aku tak kembali?? Apakah sama jika dari awal aku memang tak pernah ada ditempat itu, seperti saat ini? Mereka yang tinggal bersamaku, apakah mereka merasa kehilangan ketika aku pergi?? Atau mereka merasa bahwa hal terbaik adalah ketika aku tak ada disekitar mereka?? Atau, apakah mereka merasa nyaman didekatku?? Dan senang mengenalku?? Semua pertanyaan muncul begitu saja, tanpa aku dapat mencegahnya untuk keluar dari bibir ini. Aku tak begitu banyak memiliki teman untuk berbagi cerita, karena aku merasa untuk cerita hidupku yang sedih aku tak ingin membagi kesedihan itu kepada mereka...

Cantikkah aku???

Cantikkah aku??? Pagi ini ketika aku terbangun dari tidur ku, aku sangat bersyukur karena aku dapat melihat matahari pagi kembali. Sehabis membuat jadwal untuk ujian di kalender yang tergantung didinding kamar, aku seperti   biasa duduk didepan televisi sambil menunggu teman kost-an ku selesai menggunakan kamar mandi. Saat aku sedang menonton tayangan televisi, tiba tiba aku meneteskan air mata. Aku mendengar tentang hukum mempercantik diri dengan operasi plastik. Jika melakukan operasi plastik untuk pengobatan maka hukumnya masih diperbolehkan didalam kepercayaan yang saya   anut, namun jika tujuannya untuk merubah demi mempercantik diri, maka hukumnya haram. Entah kenapa saat aku mendengar tentang firman allah mengenai hukum tersebut, air   mataku langsung menetes. Aku percaya dan yakin setiap manusia di ciptakan dengan semua kelebihan dan kekurangannya, bentuk yang diberikan tuhan didalam diri ini itu adalah kado terindah untukku, aku tak ingin merubah apapun y...

Dia , aku dan senja

Dia , aku dan senja Dia yang telah mengambil separuh hati ini , dan kini telah jauh pergi. Untuk dia aku ingin menuliskan terima kasih atas sepenggal memori yang kau tinggalkan untukku disamping masjid itu. Mungkin aku tak dapat bertemu dan berbincang dengan Dia kembali. Dia begitu sempurna dimata ini, dia yang memberikan warna   dihidup ini tanpa dia sadari. Mungkin dia tak tahu, memori yang begitu singkat yang dia tinggalkan untukku, telah menemaniku selama 3 tahun belakangan ini. Aku sungguh takut menatap mata nya, ketika aku masih dapat berbincang dengannya dahulu disamping masjid itu, yang dapat aku lakukan adalah menundukan kepala ini dan menjatuhkan pandangan kearah lain. Dia , ketika aku mengingatnya, yang aku ingat adalah senja   dan masjid. Karena tempat dan waktu itu lah yang pertama kali merupakan tempat pertamaku bertemu dengan Dia . Dia, telah menggoreskan kenangan indah didalam memoriku selama hampir 2 bulan, dan kenangan itu bertahan hingga 3 tahun...

Jalan panjang dan pintu akhirku

Jalan panjang dan pintu akhirku Hidup ini seperti sebuah jalan panjang yang aku sendiri tak tahu dimana ujungnya. Yang aku tahu, jika kita menemukan ujungnya maka itu adalah saat ketika aku bertemu dengan Tuhan ditempat yang semua manusia pasti akan kesana. Waktu itu, setiap hari semakin mendekat dan mulai menjamah kedalam diri ini, hari demi hari yang aku lewati kelak akan membawaku kedalam pintu akhir dari jalan panjangku ini. Setiap detik yang aku lewati , adalah setiap detik yang mengantarkanku kedepan pintu akhir. Aku hanya berharap ketika pintu itu ada dihadapku, dan ketika malaikat menjemputku, aku tidak merasakan sakit yang teramat. Kematian adalah suatu kepastian, nilainya lebih pasti dari pada ilmu matematika, yang banyak orang katakan matematika adalah ilmu pasti, tapi menurutku yang lebih pasti adalah waktu pintu akhir ada dihadap ku. Semua yang hidup didunia ini kelak akan menemukan ujung jalan, dimana ujung jalan itu terdapat pintu akhir. Ketika aku mene...

Dia kah?? Atau ilusi semata??

Dia kah?? Atau ilusi semata?? Dua hari yang lalu aku menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh kampus ku, rasanya seperti mimpi bisa berada ditempat itu, dari sekian banyak orang namaku yang terpilih, terima kasih tuhan atas kesempatan yang engkau berikan kepadaku. Tanpa disengaja aku melihat seseorang yang mirip dengan Dia, cara dia berbicara, sungguh terlihat mirip dengannya. Dan saat itupula aku merasa, Dia kah itu?? Benarkahh?? Apa aku mimpi?? Jantungku seakan berhenti sejenak dan tak dapat mengatakan apapun. Yang aku perhatikan hanya orang itu. Orang itu berjalan dengan sangat sigap menghampiri orang yang memanggilnya dari arah depan. Wajah itu mengingatkan aku dengan wajah Dia. Maafkan aku yang memperhatikannya, aku tak bermaksud apa apa, aku hanya ingin memastikan, Dia kah? Atau hanya ilusi semataku. Hingga acara itu berakhir aku tak dapat berpaling untuk melihatnya. Orang itu dan Dia sungguh sangat mirip, dan saat itu aku berharap orang itu adalah Dia. Ingi...

Senja , Dia dan Aku

Senja , Dia dan Aku Pernah aku berpikir, mungkin hanya sampai disini aku dapat melihatnya dengan langsung dan bercakap dengannya. Dia yang , akupun tak tahu apakah dia mengetahui apa yang aku rasa, waktu yang berlalu begitu cepat, aku hanya dapat memandang tanpa sedikitpun berniat untuk memanggilnya agar mencegahnya beranjak dari sampingku didalam pikirku aku mengatakan “jangan beranjak, tetaplah duduk, dan dengarkan kata kataku ini”,   tapi mulut ini terkunci dengan segala alasan yang aku tak   dapat jelaskan. Dia , begitu sempurna dimata ini, tapi aku?? Aku tak tahu bagaimana dia menilaiku, yang aku tahu dia nyaman ketika berbincang denganku disore senja itu didepan taman. Mungkin aku berdosa karena memandangnya, mungkin aku salah duduk disampingnya. Senja itu aku habiskan dengan berbincang dengannya tapi tanpa berani mengucapkan sesuatu yang aku rasakan. Ketika dia telah usai menyelesaikan tugasnya ditempatku, maka aku tak memiliki daya dan upaya untuk mencegahn...

*Kaki kecil berharap merubah kondisi *

*Kaki kecil berharap merubah kondisi * Pagi ini udara dingin menusuk pori-poriku, Berusaha  menerobos masuk kedalam diri ini Diri yang t’lah rentan terkikis waktu Aku merasakan sunyi dalam dingin pagi ini             Crik, crik, crik..             Sayup-sayup aku mendengar tetesan air             Membuat ku tergelitik untuk melirik             Embun yang mulai menguap dan mencair Dan matahari yang mulai melakukan tugasnya Seakan tak pernah lelah dia menyinari bumi ini Ku tatap kelangit lepas, dan ku tembakan pandangku ke awan diangkasa Sungguh menakjubkan , hasil karya sang Ilahi             Kabut yang menutupi gedung-gedung tinggi         ...

KETIKA AKU KALAH

            KETIKA AKU KALAH Ketika dia datang kepadaku Tak berdaya aku menolaknyaa Sekuat apapun aku berusaha Hanya sia-sia semua             Satu hari             Dua hari             Aku terus menolak pikiranku             Seperti sebuah batu yang membisu Itulah aku Selalu dan selalu Ketika jembatan takdir datang Ketika aku harus memandang             Aku hanya hamba yang tak berdaya             Tersilaukan oleh cahaya             Takutku , gelisahku tak dapat aku sembunyikan       ...

Kebisuan mencari kata-kata

       Sunyi dan heningnya malam ini.. Sungguh dapat aku rasakan sepenuhnya.. Ketika semua t’lah terlelap dalam buai mimpi indah mereka.. Ketika bulan t’lah ditutup sang gelap.. Ketika mata mulai lelah memandang..         Malam ini begitu sunyi..         Yang dapat aku dengar adalah bunyi dari tuts keyboardku..         Hening yang mencabik batinpun mulai ternganga..         Memancarkan sejuta kebisuan dalam gelapnya malam         Hati yang sunyi mulai merasakan, cabikan itu Eraman sakit dari batin menyeruak keluar Berusaha menembus gelapnya malam Berusaha bertahan dalam dinginya malam Berusaha untuk mencari cahaya         Hati yang tercabik terus berlalu meninggalkan gelap         T...