Kamis, 30 Mei 2013

sejarah namaku dibalik cerita lucu yang muncul untuk panggilanku , Iseng iseng nulis :)

aku pikir apa si istimewanya nama SITI?? lalu aku bertanya kepada orang tuaku, kenapa aku dinamai dengan Siti rahayu, lalu diceritakanlah , bahwa setelah aku lahir orang tuaku mendapatkan rizky sehingga bisa membeli sebidang tanah. nah lohh, apa hubungannya, ternyata siti itu artinya tanah dan rahayu artinya sentosa, dan orang tuaku berkata "kamu kami beri nama siti rahayu, dengan harapan kamu dapat hidup seperti tanah yang bisa memberikan tempat hunian untuk semua makhluk dimana dengan seizin yang kuasa yaitu allah swt dari tanah tumbuh banyak kebaikan , seperti makanan dan lain sebagainya, serta kami mengharapkan dan mendo'akan agar kamu hidup selalu sejahtera dan sentosa, begitu nak" sambil mengakhiri percakapan malam itu. lalu aku penasaran aku carilah artikel tentang nama siti dan rahayu dan inilah yang aku temukan, ternyata ada beberapa pengertian dalam nama ku, aku pikir namaku diambil dari bahasa sansekerta semua, ternyata tidak , siti dalam namaku diambil dari kata sayyidati yang dalam bahasa arab artinya adalah tuanku untuk perempuan atau tuan putri (aamiin semoga, dalam nama itu ada do'a), uniknya nama ini hanya ada di Indonesia , Malaysia dan Singapore (wah perlu dilestarikan ini yaa, limited edition ini mah namanya). selain itu nama siti juga sering disandingkan dengan nama istri rosulullah, keluarga dan sahabat beliau. dimana orang arab suka menyingkat sayyidati menjadi siti,(ini dari artikel yang saya dapat) di Indonesia khususnya pulau jawa Siti berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tanah dimana dalam simbologi dan kosmologi artinya adalah nusantara atau bumi atau tanah , dahulu nama siti hanya untuk bangsawan dipulau jawa namun, kemudian walisongo melakukan dekonstruksi untuk nama siti atau ksiti, sehingga dapat digunakan secara umum. nama siti pun tidak hanya digunakan oleh perempuan ada nama syekh siti jenar yang merupakan walisongo penyebar ajaran islam diindonesia. beruntung aku memiliki nama dengan harapan dan do'a yang baik. terima kasih ama dan bapakku. oiaa tapi karena beberapa alasan teman temanku memanggil aku dengan sebutan siray itu bukan nama alay atau nama panggung ya teman, kaya DJ aja yang punya nama panggung hahah tapi singkatan (SIti RAhaYu) huruf yang aku capslock nah berasal dari situ nama siray, lalu ada juga yang memanggil Ray, siti, rahayu , ataupun Ayu. untuk keluargaku mereka memanggilku dengan berbeda beda, mas ku yang pertama memanggil dengan sebutan Bedor, katanya si karena dulu ampun embul banget, lalu mas keduaku memanggilku dengan sebutan beletong ini yang paling aneh menrutku, ga ngerti deh , emang aku tong?? huhhh.. lalu saudara ku khususnya bule ku memanggil tiplek, apalagi ini.. hahaha.. katanya karna dulu poniku itu lepek nempel kejidat terus namaku siti jadi siti poni lepek. hahhhh ada ada saja. dan ama bapaku sering memanggilku dengan sebutan siti heheh ga ada yang lain. hahahaha.. itulah sejarah nama siti rahayu beserta nama panggilan sayang keluarga yang terdengar aneh tapi lucu juga, dan sampai sekarang masih digunakan.

Senin, 20 Mei 2013

menantang kekhawatiran berbuah manis

Bismilaah, dengan izin dan kehendaknya insyaa allah aku percaya itu. Kini aku sungguh memutuskan untuk menggunakan hijab sesuai dengan yang disyariatkan islam yang adalah agamaku. Dahulu terlalu banyak kekhawatiran dalam diriku ini. Aku takut tampil beda dari yang lain, yah itu hal yang aku fikir, aku takut dicap fanatik atau sebagainya. Hingga suatu hari entah apa yang membuatkan memutuskan menggunakan hijab ini. Insyaa allah aku bisa tetap menggunakan hijab syar’i sesuai yang digambarkan rosulullah didalam hadist. Berhijab adalah kebutuhan bukan lagi pilihan itu yang aku pikir. Dahulu aku sempat berpikir , kuno atau bahkan ketinggalan zaman menggunakan hijab. Itu sebelum aku membaca dan memahami sebuah firman allah swt dalam al qurn’an, terlalu mulia wanita didalam islam di jelaskan. Banyak keistimewaan yang digambarkan tentang perempuan didalam alqur’an. Pertama kali aku mengenakan kerudung waktu SMK , aku hingga kini tak bisa menjawab kenapa aku berhijab. Pernah suatu malam aku bermimpi didatangi seorang wanita , wanita itu adalah guru agamaku disekolah, dengan tegas beliau memarahi ku yang kala itu dalam mimpi tak berkerudung. Sebagai remaja terlalu banyak kekhawatiran dalam diri ini, inikah waktunya aku menjalankan kewajiban ini? Sering aku memikirkan kata kata itu. Kala remaja saat banyak diantara mereka yang menampakkan mahkota mereka aku tak bisa seperti mereka, itu satu hal yang aku rasa. Kala melihat temanku memiliki pacar, aku berpikir, aku tak bisa pacaran kalo berkerudung. Saat berjalan di tempat perbelanjaan aku melihat baju remaja putri cantik cantik dipasang dimanekin, lalu aku berpikir, aku tak bisa menggunakan baju itu. Banyak sekali gangguan dan halangan untuk berusaha baik itu yang aku rasa. Pertama aku mengenakan kerudung, jujur, orang tuaku saat itu sedang mengalami khawatir yang cukup besar karena terjadi banyak kasus anak perempuan yang tiba tiba menggunakan kerudung kemudian menghilang mengikuti ajaran sesat. Sempat ditentang itu aku alami. Aku sadar, bukan orang tuaku menentang firman allah, tapi ketakutan yang mereka rasa karena aku satu satunya putri mereka. Tapi aku tak lantas menyerah, perlahan tapi pasti kini mereka merestuiku karena memang aku memutuskan untuk berhijab bukan karena seseorang atau kelompok lain, tapi semata mata untuk pemilik nyawaku yaitu allah yang maha agung. Aku hidup dikeluarga yang biasa biasa saja, dari pendidikan dan lain sebagainya. Aku satu satunya anak yang bisa merasakan sekolah hingga perguruan tinggi. Aku merasakan tangan Tuhan selalu menuntunku untuk berjalan dijalanNYA. Kekhawatiran yang aku rasa kala akan memutuskan berhijab kini sirna termakan oleh angin begitu saja, aku tak memikirkan pandangan manusia tentang pikir mereka yang mungkin berkata kuno atau apalah, tapi aku berbaik sangka saja kepada mereka. Mungkin mereka belum merasakan indahnya tertutup seperti ini. Dengan hijab yang syar’i aku masih tetap bisa bergaul dengan teman, bahkan merasa istimewa diantara yang lain. Perempuan itu laksana bunga yang jika telah disinggahi lebah maka akan layu, dan hijabku menolongku akan hal itu. Perasaan ingin merasa memiliki pacar pernah singgah dihati ini, tapi kini insyaa allah dengan kehendakNYA rasa itu aku hapus, karena ternyata tak ada didalam islam kata pacaran, karena bisa membuat mendekati hal yang terlarang. Didalam islam ada ta’aruf tapi itupun bukan pacaran atau tunangan. Ada batas ta’aruf dan harus jelas kapan pernikahan itu terjadi. Aku yakin tuhanku allah swt mengatur hal itu untuk menjaga kami para hambaNYA dari goda setan yang memang selalu mengintai untuk membawa bersama mereka di neraka. Lalu ada pernyataan yang menggelitik pikirku saat seorang sahabat berkata “ berkerudung tapi ko gitu mending yang kaga aja sekalian tapi ga begitu, ga malu apa?” aku tergelitik dan berkata “ sahabatku yang cantik, apakah kamu mau bernegosiasi dengan tuhan untuk perkataanmu itu?. Akupun tak suci dan tak lepas dari dosa, aku sadar itu sahabat. Tapi bukankah lebih baik seorang manusia yang mencoba untuk perbaikan diri. Biarkan mereka seperti itu, aku yakin sahabatku, mereka tahu yang dilakukan adalah salah. Aku yakin mereka suatu saat akan lebih baik, mungkin hanya mencari jati diri. Dan percaya allah swt tak pernah tidur dan melihat kita, bukan kuasa kita untuk menjudge mereka seperti itu.” Aku menjawab dengan senyum. Lalu sahabatku berkata “ ajari aku” aku hanya berkata “ mari bersama sama menjemput cahayaNYA” Perempuan dikaruniai begitu banyak keindahan yang bisa membahayakan diri mereka sendiri itulah hakikat perempuan, tinggal bagaimana menjaga keindahan itu tetap indah namun tetap terjaga. Kini insyaa allah aku istiqomah, iri melihat wanita muslim lain yang begitu taat. Aku pun ingin seperti mereka, maka mulai dari sekarang insyaa allah. Ini ceritaku apa ceritamu???

THIS MY TRUE STORY AND GIVE THANKS TO MY FRIEND

THIS MY TRUE STORY AND GIVE THANKS TO MY FRIEND Bismilah, assalamualaikum teman dan sahabatku yang luar biasa. Ini ceritaku apa ceritamu?? Lets see  Didalam hidup ini selalu saja ada yang namanya konflik entah batin atau dengan orang lain. Dan yang ingin aku tulis adalah konflik batin dalam diri ku ini. Siapa sihh, yang ga pernah ngalamin konflik batin?? Aku yakin semua manusia juga pernah. Entah itu konflik yang sepele atau memang berat, sedikit atau banyak, jarang atau sering. Itu semua pasti ada dan pernah terjadi. Inilah ceritaku tentang konflik batin yang aku rasa saat memutuskan berhijab. Waktu itu aku ingat sekali aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas kejuruan atau yang sering disebut SMK. Usiaku yang masih 17 tahun masih dikatakan remaja, bahkan banyak yang menyebut ABG. Masih terlalu banyak hal yang kurang penting tapi aku pikirkan dan aku khawatirkan, seperti , ketika aku berhijab akankah aku bisa bermain layaknya remaja lain? Lalu pakaian yang aku gunakan pasti ketinggalan zaman atau kuno, karena harus menggunakan pakaian serba tertutup yang modelnya itu itu aja. Lalu kalo aku berhijab, aku ga bisa bebas sebebas remaja lain mengekspresikan apa yang dipikirkan. Kalo aku berhijab, orang akan melihatku dengan pikiran negative di bilang fanatiklah, atau yang seremnya lagi dibilang teroris. 2 tahun setelah aku lulus SMK aku menggunakan kerudung yang simple seperti remaja remaja lain, dan pakaiannya pun masih ketat, yah biar ga ketinggalan zaman gitu maksudnya. Hingga suatu hari entah aku pun tak mengerti tapi aku ingin menggunakan rok dan kerudung syar’i. Awal aku menggunakan kerudung aku akui, orang tuaku belum siap atau ada kekhawatiran sendiri karena pada saat itu ajaran sesat yang mengatas namakan agama sedang menyeruak kepermukaan, tak sedikit remaja yang akhirnya pergi dari rumah karena merasa tak sepaham dengan orang tua. Dan teror teror berbau agama terjadi dimana mana, hampir setiap minggu ada berita terbaru tentang hal itu. Hingga saat aku tiba tiba menutup aurat kedua orang tuaku bertanya, dan mempertanyakan, bukan kedua orang tuaku melarang tapi takut aku yang masih labil terbawa dengan hal yang sedang merebak dan itu aku yakin merupakan hal yang menakutkan untuk kedua orang tuaku. Terjadi pergolakan batin yang begitu membuatku seakan bisa dikatakan underpresser yah bagaimana tidak, aku bingung sekarang kah waktunya atau ini bukanlah waktu yang tepat. Aku tak memiliki guru spiritual, karena aku memang takut dengan guru spiritual dan kedua orang tuaku tak mengizinkan aku memiliki guru spiritual, mereka hanya memperbolehkan aku belajar dari dua pegangan umat islam yaitu Alqur’an dan Al hadist. Dan aku akui keluargaku bukanlah keluarga yang ahli agama. Aku anak perempuan satu satunya didalam keluarga kecilku, sehingga semua begitu overprotectif kepadaku. Aku tak menyalahkan itu, aku percaya hal yang dikhawatirkan kedua orang tua dan keluarga ku adalah untuk mencegahku melakukan hal yang tak baik, baik itu dimata tuhan atau manusia. Kulakukan do’a panjang meminta petunjuk dari sang Kuasa pemilik hati dan nyawaku. Hingga itu dijawab, dalam mimpi aku bertemu guru agama SMK ku dan dia berkata kepadaku dengan nada tinggi, jika dia tak suka melihat aku yang menampakan mahkota perempuan kepada orang yang bukan muhrimku, dia juga berkata, jika aku tanpa kerudung aku tak cantik seperti layaknya seorang muslimah. Lalu dia menasehatiku untuk aku menutup aurat sesuai dengan yang diperintahkan oleh allah swt dan rosulullah pun mengajarkan hal itu kepada wanita muslim pada zaman rosul. Walau sekarang bukan zaman rosul tapi ajaran rosul haruslah tetap dilakukan karena semua itu adalah kebaikan serta allah swt pasti merestui hambaNYA yang berjalan untuk meraih cahayaNYA. Sempat aku bercerita kepada teman lama dan meminta pandangannya mengenai perempuan yang mengenakan kerudung. Dan jawaban temanku saat itu dia mengatakan, perempuan muslim memang seharusnya menutup aurat sesuai yang diperintahkan didalam al qur’an dengan begitu wanita akan menjadi mulia baik dimata Tuhan atau manusia lain. Dia adalah teman sekaligus guru ku disekolah. Kami dekat, tapi kami membatasinya karena kami berbeda. Lalu setelah menginjak bangku perguruan tinggi aku melihat seorang muslimah yang begitu taat baik dalam perkataan dan pakaian itu sungguh menggambarkan wanita muslim yang sesungguhnya. Kerudung panjang yang menutupi dada dan tebal serta pakaian yang tak membentuk lekuk tubuh. Aku melihatnya merasa iri, kenapa? Perempuan itu saja yang juga sahabatku bisa taat kepada Tuhan, lalu kenapa aku tidak. Butuh waktu satu tahun lebih untukku menggunakan pakaian syar’i. Tapi aku tak menutup muka ku, karena rosulullah juga tak menganjurkan untuk menutup muka. Pernah aku membaca buku dimata disitu dikatakan ketika ada perempuan yang ingin mengunjungi aisyah rosul berkata wanita muslim yang boleh terlihat ini dan ini sambil menunjuk pergelangan tangan dan muka rosul sendiri karena saat itu rosul memalingkan muka dari adik aisyah itu. Jadi aku tak menutup muka ku, dan kedua orang tuaku sudah pasti tak akan mengizinkanku dan aku tak ada keinginan untuk seperti itu. Untuk sahabat muslimahku yang lain tak apa jika memang menutup muka dengan kain karena itu hak kalian. Aku menulis ini bukan ada maksud apa apa ini hanya ceritaku tentang pengalamanku memakai kerudung syar’i. Saat berjalan dikeramaian pun aku merasa nyaman dan aman menggunakannya karena aku yakin malaikat dan Tuhan mengawasi dan menjagaku disetiap langkahku. Aku memiliki teman sepermainan diperguruan tinggi, waktu itu yang menggunakan kerudung hanya ada 5 dari 9 teman dekatku. Dan kini alhamdullah tinggal 3 yang belum mengenakan dan aku berharap hidayaNYA akan singgah dihati teman teman ku yang lain. Teman sekamarku juga telah menggunakan kerudung, aku bersyukur sekali dan merasa senang sekali. Dan kini didalam kelasku juga sudah bertambah 3 orang yang menggunakan kerudung lagi. Insyaa allah surgalah untuk mereka yang menaati perintahNYA. Kini aku selalu berpikir, jika tuhan telah berfirman didalam Al qur’an apakah pantas untuk kita bernegosiasi dengan perkataan tuhan? Itu hal yang harus diresapi sahabatku muslimah yang cantik, dengan berhijab, rizky, ilmu, jodoh itu tak akan terhalang menghampiri kita. Kenapa ,kalian pernah dengar jika kita meminta padaNYA maka DIA dengan senang hati akan memberi kepada kita, lalu apakah manusia bisa menghalangi kehendak Tuhan. Jika mencari kerja menggunakan kerudung banyak yang mengatakan sulit, itu semua bukan karena kerudung tapi karena faktor lain, mungkin saja tidak cocok yang dibutuhkan perusahaan dengan apa yang kita miliki didalam diri. Ketika awal aku berhijab aku sedang mencari praktek kerja lapangan saat itu dan aku merasakan tangan Tuhan memang tak pernah meninggalkan hambaNYA yang menjalankan perintahNYA. Terbukti saat itu kelompokku adalah satu satunya kelompok yang makmur saat praktek kerja lapangan dari pengalaman, fee dan kesenangan batin aku dan temanku dapatkan. Itu salah satu kuasa tuhan. Bahkan ada kelompok lain yang kemudian juga ingin ketempat magang itu, tapi tak bisa karena berbagai alasan, tapi alhamdulilahnya aku dan kelompokku saat itu dengan mudah masuk kedalam institusi itu. Dan sekarang saat duduk diperguruan tinggi aku juga merasakan tangan Tuhan tak pernah jauh dan selalu menuntunku kearah yang lebih baik, aku selalu ditunjukan pertemanan yang mengarah kearah positive dalam kebaikan. Aku menemukan banyak mahasiswa luar biasa yang jika aku perhatikan mereka semua adalah orang yang taat. Itu balasan tuhan nyata untuk hambanNYA yang taat. Teman ku baik itu seorang muslim atau muslimah selalu mendapat bantuan Tuhan dan selalu dilindungi tuhan dalam jalan mereka yang berjalan dijalanNYA. Ada yang mengajarkanku untuk membuat mimpiku dan mencoba meraihnya, ada temanku yang mengajarkanku untuk tak lupa meninggalkan solat, ada temanku yang mengajarkanku ilmu ilmu dunia dan ada yang mengajarkanku untuk pengembangan diri. Itu semua aku pikir karena aku ingin istiqomah dijalanNYA sehingga DIA tunjukkan aku kepada orang orang luar biasa ini. Aku tak bisa menyebutkan namanya satu satu, tapi jika mereka membaca tulisannku ini aku yakin mereka tahu. Bahwa tulisan ini ditunjukkan untuk mereka, aku ucapkan terima kasih kepada kalian teman ku muslim dan muslimah yang luar biasa. Damai dan tenang aku dapat kala aku berjalan dijalanNYA untuk menjemput cahaya dan RidhoNYA. Mari kita generasi muda mulai dengan hal kecil untuk mematuhi perintahNYA tanpa harus melupakan kegiatan dunia, karena dunia dan akherat bersifat relition. Berhijab bukan penjara untuk berkarya, karya bukan hal yang selalu dinilai dengan materil dan materil tak selalu membuat damai dalam hidup, lalu apa yang kita cari di kehidupan ini?? Hilangkan pemikirian “ yang pake kerudung aja kadang gitu kelakuannya, mending yang engga sekalian tapi ga kaya gitu”. Sahabatku yang cantik itu salah kaprah namanya, apa kalian berani berkata seperti itu kepada dzat yang menciptakan kita dan memberi kita hidup?? Dahulu aku juga pernah berpikir seperti itu, tapi sekarang tidak lagi, sekarang jika teman ada yang berkata seperti tiu aku hanya tersenyum dan berkata “ berani ga? Bilang gitu sama yang menciptakan kita dan yang menyuruh didalam firmanNYA?” lalu aku juga berkata “biarkan bukan hak kita menghakimi, kita tak punya kuasa itu sahabatku yang cantik”. Aku sadar aku bukan wanita sesuci siti maryam, atau fatimah azzahra. Tapi aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Aku tak ingin kehidupan dunia yang riweh ini aku alami juga dialam yang abadi akherat. Dan untuk kedua orang tuaku aku hanya ingin menjadi pelita untuk kalian the greatful parent. Pelukku untuk ama dan bapakku selalu, genggam tangan untuk teman dan sahabatku. Terima kasih untuk inspirasiku wanita muslimah , dan terima kasih untuk muslim yang menjadi inspirasiku melangkah kecahayaNYA juga. Wassalamualaikum  Goresan pena butir kata penuh makna Sincerely SR