Rabu, 26 Desember 2012

Bondan ft fade 2 black


HIDUP BERAWAL DARI MIMPI
Yo, ku jelang matahari dengan segelas teh panas
Di pagi ini ku bebas karna gak ada kelas
Di ruang mata ini kamar ini srasa luas
Letih dan lelah juga lambat-lambat terkuras
Teh sudah habis kerongkonganku pun puas
Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
Hari-hari yang keras, kisah cinta yang pedas
Perasaan yang was-was dan gerakku yang terbatas
Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang ku rasa
Dalam hati ini ingin ku ubah semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa
Tinggalkanlah gengsi hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi
Rasakan semua peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia hingga kelak kau mati


Yo, yo, dunia memang tak selebar daun kelor
Akal dan pikiranku pun tak selamanya kotor
Membuka mata hati demi sebuah cita-cita
Melangkah pasti, pena dan tinta berbicara
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
Sebagai bintang hiburan, dan terus melayang
Tak heran ragaku, terbalut label mewah
Cerminan seorang raja dalam cerita Cinderella
Ini bukan mimpi atau halusinasi
Sebuah anugrah yang kan ku nikmati nanti
Hasil kerja kerasku terbayarkan lunas tuntas
Melakoni jati diri sampe puas
Tinggalkanlah gengsi hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi
Rasakan semua peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia hingga kelak kau mati..
Hingga kelak kau mati..
Ah, check, one two:
Yo jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
Melangkah menuju titik lakukan yang terbaik
Ku tetapkan tekat dan niat agar melesat
Seperti rudal squad mimpiku kan ku dapat

Mencari tepuk tangan atas karya keringatku
Bukan satu yang ingin aku tuju
(Naik ke atas pentas, agar orang puas
Dapat applause, cek ataupun uang kertas)
Yo, cari sensasi ataupun kontroversi
Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
Dari mimpi semua hal dapat terjadi
Maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi
Tinggalkanlah gengsi hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi
Rasakan semua peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia hingga kelak kau mati
Tinggalkanlah gengsi hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi
Rasakan semua peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia hingga kelak kau mati
Agar semua terjadi
Hingga kelak kau mati..
Agar semua terjadi
Hingga kelak kau mati..

Dia sebagai pembanding


Dia yang selalu menjadi pembanding untukku melihat yang lain, selama kaki ini berjalan setelah mengenal Dia aku tak pernah lagi menemukan seseorang yang memiliki sifat yang seperti Dia, bukan paras yang aku lihat dari dirinya tapi sesuatu yang menarik ku untuk melihatnya adalah sikap dan perilakunya yang membuatnya different dari yang lain.
Sederhana, kata itulah yang menggambar diri Dia, dalam berbicara Dia tidak selalu merasa bahwa dia mengetahui semua hal, dia tak pernah berpikir bahwa orang yang lebih dewasa perkataanya mendekati nilai kebenaran, tapi dia berpikir , menurut Dia, bukan usia yang mencerminkan pola pikir tapi lingkunganlah.
Bijak .. ini juga salah satu yang aku ingat dari diri Dia, ketika aku sedang membutuhkan saran dan bercerita dengan Dia, maka dengan bijak Dia akan memberikan saran, dimana saran tersebut sifatnya netral tidak ada maksud untuk mendoktrin. Dimana saran tersebut kita juga yang akan memutuskannya.
Easy going.. Dia mudah sekali berteman dengan siapa saja, itu penilaian pertamaku saat mengenalnya, kenapa?? Karena saat pertama aku bertemu dengannya , dia begitu mudah mencair dalam keadaan baru, dimanahal itu membuatku nyaman berbincang dengan Dia.
Semua cerita tentang Dia mungkin tak akan ada habisnya jika ku tulis, namun sedikit saja dari sifat dan sikap dia telah mencerminkan seluruh dari diri Dia.
Diam diam aku merasa ada yang aneh dengan penilaianku tentang Dia, kenapa hanya dia yang bisa membuatku menilai, dan kenapa dia menjadi pembanding untuk yang lain??
Dahulu aku merasa ini namanya SUKA, but now bukan itu sebenarnya, aku hanya merasa KAGUM dengan Dia.
Aku tak mengharapkan banyak dari diri DIA, karena aku tahu terlalu banyak perbedaan yang mendasar dan sulit untuk dilebur, tapi semua aku serahkan kepada tuhan, bukan aku yang berkehendak melainkan tuhanlah yang berkehendak, aku tak ingin berkata TIDAK atau YA, waktu yang akan menjawab.
Sampai sekarang dia tetap menjadi pembanding.

Selasa, 11 Desember 2012

begitu membuatku semangat


Pagi ini, begitu terasa enggan tubuh ini untuk terbangun dari ranjang tidur. Alarm Handphone terus saja berdengung didekat telingaku, membuatku terpaksa terbangun, dengan tergopoh gopoh seperti biasa aku melangkah ke toilet. Setelah itu aku terduduk didepan laptop dan langsung membaca beberapa artikel. Kulihat meja yang sangat berantakan, kertas, buku, pensil pulpen bertebaran dimana mana, sepertinya kamarku habis terkena badai lokal. Ah tapi aku masih enggan untuk merapihkannya, kubiarkan saja lah, nanti siang aku bereskannya.
Mata mulai lelah membaca beberapa artikel, kebetulan kemarin aku habis pasang paket internet, langsunglah aku colok itu modem, berniat untuk merefresh otak, alhasil malah terjebak dengan waktu didalam dunia yang sangat huge, tak sadar sudah 1 jam aku masuk kedunia itu.
Jemari tanganku terus saja menekan tuts keyboar dan mencari cari informasi, karena terlalu  banyak yang aku cari, akhirnya aku putuskan untuk merefresh otakku sekali lagi, aku mencari lagu, dan kutemukan lagu “AKU BISA”
Liriknya sederhana tapi  mengandung makna yang positive, kudengarkan dengan baik baik dan mulut ini kemudian ikut berirama, aku mendengar ternyata lagu itu bisa membangkitkan semangatku lagi, terima kasih untuk yang menciptakannya dan terima kasih untuk yang menyanyikannya J
Bagian ini yang paling aku sukai :
Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Lagu mu telah sampai di duniaku ini, dan pesanmu telah aku terima dalam lagu itu.

Aku Bisa “AFI JUNIOR”


Aku Bisa “AFI JUNIOR”
Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh-oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu

Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!
(instrument)
Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba

Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Coba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!

Senin, 10 Desember 2012

Sebuah pertanyaan hati


Sebuah pertanyaan hati



Dunia terasa sulit untuk ku gapai atau ku kelilingi, langkah kaki ku tak mungkin menapaki seluruh tempat yang ada didunia ini. Waktu juga menghalangiku untuk berkeliling. Aku hanya dapat duduk dan melihat dari jendela kamar kost ku dilantai 3, tapi bukanlah pemandangan yang indah yang dapat kulihat, kenapa?? Karena tepat didepan jendela kamar, berdiri bangunan yang cukup kokoh. Aku ingin sekali, berkeliling dan berbagi senyuman dengan mereka yang hidup didalam waktu yang mencekam, aku ingin memegang dan memeluk mereka, seakan aku siap untuk menjadi anti peluru mereka, tapi itu semua kusimpan jauh dihati ini, aku tak tega melihat ibu yang pasti tak rela untukku pergi, katika aku pergi ibu tak memiliki anak perempuan selain aku.
Awan kecil yang mengintip dari balik gedung terus saja membawaku bermain main di atas sana. Satu menit, dua menit, dan tak terasa telah bermenit menit aku bermain diatas awan, yah itu semua hanya ilusi dalam pikirku.
Tersadar aku setelah terasa letih terduduk didepan jendela. Aku pandangi sedikit awan yang dapat terjamah oleh mata ini, dan ku temukan sesuatu yang telah aku tanya kepada diriku sendiri.
Pertanyaan itu selalu menggelayuti pikirku, yah aku tak bisa bertanya kepada siapapun, karna aku tahu, mereka akan menjawab “dengarkan kata hatimu”. Aku bertanya kepada hati ini, tapi hanya kosong yang kudapati.
Aku lirik disekitarku, dan aku tak dapat menemukan apa yang aku tanyakan, tapi... ketika ku melihat segumpal awan yang berjalan dengan damai karena tertiup angin, disitulah aku menemukan jawaban ku.
Yaitu “ikuti saja, kemana langkah kaki mu membawamu, yakin dan percaya, serta jangan menyerah, maka akan kau dapati apa yang kau harapkan”
Tuhan begitu baik dan murah ke padaku, tapi aku, sering sekali lupa terhadapNya. Terima kasih tuhan, atas semua nya.
Emm, akan jadi apakah aku kelak?? Dokter, seniman, wanita karier atau ibu rumah tangga yang baik. ketika dihadapi dengan realita yang ada, aku sendiripun bingung, jika menjadi dokter itu tak mungkin, aku tak memiliki cukup biaya untuk mendapat gelar itu, aku sadar dengan ekonomi keluargaku. Seniman, aku suka dunia seni, tapi apakah itu duniaku kelak?. Wanita karier, mungkinkah? Ibu rumah tangga? Sepertinya ini yang paling cocok, aku hanya ingin bercita cita menjadi ibu rumah tangga, yahh walau aku sekarang menempuh pendidikan diperguruan tinggi, tapi tetap cita citaku menjadi ibu rumah tangga.
Aku ingin menjadi ibu yang dapat membawa anak anakku kelak kedunia yang lebih baik, aku ingin mereka tak terkekang oleh tembok  besar perekonomian. Aku ingin mereka dapat mejadi generasi yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai seorang generasi saja.
Aku ingin, mereka dapat melanjutkan cita cita yang terpendam didalam diri ini, yaitu dapat berkeliling dunia dan membagikan senyuman kepada mereka yang selalu dicekam waktu yang mengerikan.
Mereka, saudaraku.tapi Ketika mereka menjerit, disini aku tertidur dengan tenang, tanpa bising selongsong peluru yang memaksa keluar dari persembunyiannya. Maaf kan saudaraku, tangan dan hati ini ingin menjadi anti peluru, tapi masih ada keluarga yang memelukku dan aku tak tega melepas pelukan mereka, aku takut dan akan sedih jika mereka meneteskan air mata karenaku.
Tuhan, jagalah semua saudaraku disana, mereka yang tak ku kenal, dan mereka yang tak mengenalku, mereka semua adalah saudaraku. Tabah lah dan tetap berdo’a, tuhan ada didekat kalian, yakin itu.


Jumat, 07 Desember 2012

true story


Pagi itu ketika aku hendak berangkat ketempat saya menimba ilmu, waktu itu kira-kira pukul 07:00 WIB, saya menunggu Bus yang biasa saya naiki, namun sudah 15 menit saya menunggu, bus tersebut tak datang-datang namun tak berapa lama bus lain yang juga melewati perguruan tinggi tempat saya menimba ilmu datang. Karena saya takut terlambat, akhirnya saya memutuskan untuk naik bus yang datang lebih dahulu, walau tarifnya lumayan mahal, tetapi karena memburu waktu saya pun naik.
Ketika saya menaiki bus tersebut saya melihat 2 orang anak kecil yang sedang menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur para penumpang bus pagi itu. Ketika melihat mereka seketika hati ini berkata “ ya allah sungguh beruntungnya aku yang memiliki kedua orang tua yang rela membanting tulang demi, anaknya tidak turun kejalan untuk mencari makan” saat itu pula saya meneteskan air mata dan berusaha menahan emosi yang dengan seketika meledak begitu saja didalam batin ini.
Melihat wajah kedua anak tersebut tak dapat saya bayangkan, dari jam berapa mereka turun kejalan seperti ini, berapa kali dan berapa jam dalam sehari mereka harus naik turun bus demi sesuap nasi. Setiap mendengar mulut kecil mereka melantunkan sebuah lagu, air mata saya menggenang dan saya berusaha untuk menahannya agar tak jatuh. Saya berkata lirih dalam hati “ya allah ketika nanti saya menjadi seorang ibu, tak akan saya biarkan anak-anak saya membanting tulang untuk sesuap nasi” saya tahu, itu bukan kemauan mereka, keadaan dan kondisilah yang memaksa mereka turun kejalan. Karena kondisi ekonomi mereka pula, maka mereka seakan tak kenal lelah melantunkan lagu demi mendapatkan keramahan penumpang yang bersedia menyisihkan sedikit uang kecil untuk mereka.
Terima kasih berkali-kali saya ucapkan kepada allah SWT yang mengirimkan saya kepada keluarga yang saya miliki sekarang. Bapak dan mama saya yang rela bekerja keras, bangun pagi ketika orang lain belum bangun, dan tidur malam ketika semua orang sudah lelap dalam mimpi masing-masing.
Melihat kedua anak kecil itu dihari sekolah, apakah mereka mendapatkan pendidikan yang layak?, karena dari berita yang saya lihat beberapa waktu lalu masih saja para generasi muda sulit mendapatkan pendidikan yang layak, sekalinya mereka mendapatkan tempat menimba ilmu, namun mereka harus mengorbankan nyawa, karena mereka harus menyebrangi aliran sungai yang lumayan lebar dan deras arusnya.
Melihat realita yang terjadi, akankah bangsa ini memiliki generasi yang berkualitas dimasa mendatang, ketika sekarang saja mereka begitu sulit dan terhitung sangat berbahaya untuk mendapatkan pendidikan. Saat melihat hal tersebut saya hanya bisa berdo’a agar mereka yang berada diatas mulailah melihat kami yang bersusah payah untuk mendapatkan pendidikan, perbaikilah kualitas dan taraf hidup warganya. Ketika melihat berita tentang kasus korupsi saya ingin sekali berteriak “ LIHATLAH KAMI, KAMI MEMBUTUHKAN PENDIDIKAN YANG LAYAK” walau saya lebih beruntung dari pada mereka anak-anak yang kurang beruntung, karena saya dapat merasakan bangku Perguruan Tinggi, namun saya tetap saja merasakan betapa susahnya untuk mendapatkan pendidikan tersebut, dari biaya hidup yang lumayan mahal. Karena saya sadar jika kedua orang tua saya tidak memaksakan untuk saya masuk ke Perguruan Tinggi, pasti saya tidak bisa merasakan yang namanya perguruan tinggi.
Walau kedua orang tua saya hanya berjualan Bakmie Ayam, namun saya tetap lebih beruntung dibandingkan kedua anak yang saya temui didalam bus kota. Dan saya lebih bersyukur saya tidak perlu mempertaruhkan nyawa untuk menyebrangi sungai demi pendididkan. Namun sebagai seorang remaja yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini, terbesit sedikit ketakutan akan masa depan bangsa ini, terutama kualitas hidup masyarakatnya, jika sekarang saja, banyak sekali kita dapat menemui orang-orang yang setiap harinya berada di lampu merah untuk mendapatkan sesuap nasi, apalagi untuk pendidikan coba? Untuk makan saja mereka harus menadahkan tangan kepada beberapa orang.

Wahai Engkau...


                Wahai Engkau...
Terdiam dalam keresahan jiwa
Tanpa peduli dengan waktu yang terus pergi meninggalkanku
Separuh jiwa telah terbang bersama mimpi
Hidup seakan mati dan jiwa seakan kosong
                Dia, dia yang mencuri jiwa jiwa yang tenang
                Tanpa berdosa terus bermain dan bermain dengan jiwa jiwa itu
                Aku ingin dia merasakan  menjadi jiwa yang tercuri dan dipermainkan
                Separuh jiwaku telah dicuri
Wahai engkau, pernahkah engkau paham?
Tentang apa yang kau lakukan?
Aku selalu ada, tapi engkau?
Aku selalu mengerti, tapi engkau?
                Separuh jiwaku telah engkau curi, tanpa bersalah
                Sungguh tak pernah aku habis pikir,
                Kenapa engkau harus mencuri jiwaku?
                Apa salahku?
Rintihku tak kau dengar?
Laraku pun tak kau rasa
Wahai engkau , kembalikan separuh jiwa yang engkau curi
Agar aku dapat bernapas lega
                

Mungkin aku akan pergi




Mungkin aku akan pergi

Pernah aku berpikir, ketika bangku tempatku duduk dikelas kosong begitu saja, apakah ada yang menyadari bahwa aku tak kan kembali ke tempat dudukku itu?? Apakah teman yang sering disebelahku sadar, bahwa aku tak hadir?? Apakah guru yang mengajarku sadar pula aku tak hadir dipelajarannya??
Ketika aku tak kembali, apakah mereka merasa kehilanganku? Atau mereka senang aku tak kembali?? Apakah sama jika dari awal aku memang tak pernah ada ditempat itu, seperti saat ini?
Mereka yang tinggal bersamaku, apakah mereka merasa kehilangan ketika aku pergi?? Atau mereka merasa bahwa hal terbaik adalah ketika aku tak ada disekitar mereka??
Atau, apakah mereka merasa nyaman didekatku?? Dan senang mengenalku??
Semua pertanyaan muncul begitu saja, tanpa aku dapat mencegahnya untuk keluar dari bibir ini. Aku tak begitu banyak memiliki teman untuk berbagi cerita, karena aku merasa untuk cerita hidupku yang sedih aku tak ingin membagi kesedihan itu kepada mereka, tapi untuk cerita bahagia, aku ingin sekali selalu membaginya dengan mereka.
Ketika aku tak tidur dikasur itu lagi, apakah ada yang merasa kehilanganku?? Ketika suaraku tak muncul kembali, apakah ada yang merindukan untuk mendengar gelak tawa kecilku?
Dunia ini terlalu luas, lautan di muka bumi ini terlalu dalam, tapi hati manusia lebih luas dan lebih dalam. Hati manusia tidak dapat diukur dengan meteran apapun. Walau aku merasa telah membuat mereka nyaman bersamaku, tapi aku tak tahu apakah mereka telah nyaman bersamaku.
Kadang aku merasa tak memiliki teman dan dunia. Kadang aku merasa hidup seakan tak adil. Kadang aku merasa Tuhan begitu menyayangiku. Kadang aku merasa sangat bodoh karena tindakanku, kadang aku merasa begitu egois saat memutuskan sesuatu.
Semua yang ada didalam pikirku tak dapat aku mengerti satu persatu. Hidup ini seperti sebuah pilihan ganda, dimana kita harus memilih salah satu dari semua option yang ada. Mulai dari bangun tidur hingga waktu tidur datang kembali, aku selalu dihadapkan dengan begitu banyak pilihan.
Untuk semua yang mengenalku dan merasa tidak nyaman berada didekatku, aku minta maaf, karena aku sadar aku bukanlah manusia yang sempurna, maaf jika aku pernah menyakiti hati kalian, maaf jika aku membuat kalian merasa marah, maaf untuk semua kesalahanku tanpa disengaja ataupun sengaja.
Untuk keluarga, teman, sahabat, dan semua yang aku tak dapat sebutkan satu persatu, aku hanya ingin berkata, Terima kasih untuk semua waktu yang menggoreskan kenangan didalam memori ini.

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI


RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI

Rapat Anggota Tahunan, atau yang sering disebut RAT. Apa sih RAT itu?? Saat mendapat tugas untuk menulis ini, saya sendiri bingung, karena jujur saya tidak pernah berhubungan dengan koperasi.
Setelah membaca beberapa referensi yang saya pilih untuk menjadi sumber dalam tugas saya ini, saya akan mencoba menjelaskan secara singkat mengenai RAT dan tujuan dari diadakannya RAT.
Rapat Anggota Tahunan atau yang sering disebut RAT ini, merupakan suatu agenda wajib didalam kepengurusan koperasi, karena didalam RAT tersebut akan terjadi pertanggung jawaban pengurus koperasi selama satu tahun kepada para anggota koperasi yang bersangkutan.
Rapat anggota tahunan telah dibahas didalam AD (Anggaran Dasar) dan hal yang dibahas adalah mengenai:
·         Kedudukan Rapat Anggota didalam koperasi.
·         Waktu pelaksanaan Rapat Anggota.
·         Agenda Rapat Anggota.
·         Syarat sahnya Rapat Anggota dapat dilaksanakan.
RAT minimal diadakan 1 kali dalam setahun. Namun didalam pelaksanaanya RAT dapat pula diadakan beberapa kali dalam setahun, dengan syarat terjadi masalah didalam koperasi dan hal tersebut membutuhkan hasil musyawarah dari sebagian besar anggota koperasi tersebut. Kenapa saya mengatakan sebagian besar, karena jika terdapat 50%+1 dari keseluruhan jumlah anggota yang terdaftar, maka rapat itu dapat diselenggarakan.
Atau ada pula yang mengatakan minimal 2% dari anggota koperasi, maka dapat diadakan RAT, itu sesuai dengan ADRT (Anggaran Dasar Rumah Tangga) koperasi.
Didalam Rapat Anggota Tahunan, masalah yang ingin diselesaikan dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat. Permasalahan yang terjadi didiskusikan secara musyawarah dan dilakukan keputusan secara mufakat, dengan tujuan agar semua anggota koperasi tersebut mendapatkan hak mereka untuk mengutarakan pendapat mengenai masalah yang sedang dihadapai oleh koperasi.
Pengambilan keputusan yang terjadi didalam RAT dan dihadiri minimal 2% atau 50%+1 ini sifatnya sah. Keputusan diambil dengan melihat suara terbanyak.
Kewenangan Rapat anggota yaitu Rapat Anggota berwenang menetapkan :
a. Anggaran Dasar;
b. kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha Koperasi;
c. pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas;
d. rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi, serta pengesahan laporan keuangan;
e. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya;
f. pembagian sisa hasil usaha;
g. penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran Koperasi.
Biasanya yang dipertanggung jawabkan adalah materi mengenai semua yang terjadi didalam koperasi pada tahun yang bersangkutan. Sebaiknya RAT diadakan 2 kali dalam setahun, selain lebih efektif menurut saya hal tersebut akan semakin membuat rasa kekeluargaan didalam koperasi semakin erat rasanya.
Semua anggota koperasi memiliki hak untuk menghadiri RAT yang diselenggarakan oleh koperasi, walaupun mungkin anggota tersebut masih memiliki kewajiban terhadap koperasi yang belum terselesaikan. Dengan adanya RAT, hal tersebut memberikan kesempatan untuk setiap anggota mengutarakan pendapatnya dan itu merupakan hal yang positive, kenapa? Karena itu berarti melatih koperasi tersebut bersifat demokrasi.
Untuk penulisan tugas saya ini saya mengambil beberapa referensi , dan sumber sebagai referensi adalah berikut ini:


Selasa, 04 Desember 2012

Cantikkah aku???


Cantikkah aku???
Pagi ini ketika aku terbangun dari tidur ku, aku sangat bersyukur karena aku dapat melihat matahari pagi kembali. Sehabis membuat jadwal untuk ujian di kalender yang tergantung didinding kamar, aku seperti  biasa duduk didepan televisi sambil menunggu teman kost-an ku selesai menggunakan kamar mandi.
Saat aku sedang menonton tayangan televisi, tiba tiba aku meneteskan air mata. Aku mendengar tentang hukum mempercantik diri dengan operasi plastik. Jika melakukan operasi plastik untuk pengobatan maka hukumnya masih diperbolehkan didalam kepercayaan yang saya  anut, namun jika tujuannya untuk merubah demi mempercantik diri, maka hukumnya haram.
Entah kenapa saat aku mendengar tentang firman allah mengenai hukum tersebut, air  mataku langsung menetes. Aku percaya dan yakin setiap manusia di ciptakan dengan semua kelebihan dan kekurangannya, bentuk yang diberikan tuhan didalam diri ini itu adalah kado terindah untukku, aku tak ingin merubah apapun yang ada, terkecuali untuk kesehatan diri ini. Sungguh pagi ini aku sangat merasa berterima kasih untuk apa yang telah diberikanNya pada diri ini.
Sebenarnya aku masih bingun untuk mendeskripsikan arti cantik, tapi menurut pendapat dari teman teman perempuan mereka berkata “cantik itu relative tidak ada ukuran yang pasti” dan menurut teman laki laki mereka juga mengatakan hal yang sama. Akhirnya setelah aku berbincang bincang dengan beberapa teman, maka aku mengambil kesimpulan.
Memang benar cantik itu relative, contohnya aku melihat seorang perempuan dan aku berkata cantik karena beberapa ciri misalkan dia itu pandai dalam mengatur waktu, dia pandai me-matching kan pakaian yang dipakainya. Dia itu cerdas dan sebagainya.
Tapi menurut teman yang lain dia itu biasa saja, taraf cantik menurutnya berbeda dengan taraf cantik yang aku sebutkan tadi.
Sesungguhnya aku percaya semua wanita itu cantik, semua wanita itu diciptakan dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Cantik itu tidak dapat hanya dilihat dari parasnya, namun lihatlah kepribadiannya, cantik yang abadi adalah cantik yang berasal dari dalam hati dan tingkah laku yang mereka cerminkan. Ingatlah bahwa paras semua manusia kelak akan termakan oleh usia.
Untuk semua saudaraku wahai perempuan, yakinlah bahwa mata kalian, hidung kalian, bibir kalian, dan semua yang ada pada diri kalian itu adalah hal yang termatch dengan diri kalian. Tuhan tak akan menciptakan manusianya dengan tanpa pertimbangan, bukan berarti kalian tak diperbolehkan melakukan operasi, jika itu untuk memperbaiki demi kesehatan maka itu diperbolehkan.
Saya membuat tulisan ini bukan bermaksud untuk menyindir atau menjudge siapapun, ini adalah pendapat saya, mohon jangan merasa tersinggung, karena saya tidak bermaksud untuk menceramahi atau apapun itulah. Ini benar benar apa yang saya rasakan setelah saya melihat liputan tentang kecantikan yang sebenarnya di tayangan televisi yang saya lihat pagi ini.
Salam untuk semua wanita yang ada didunia ini. Kalian semua cantik J

Dia , aku dan senja


Dia , aku dan senja
Dia yang telah mengambil separuh hati ini , dan kini telah jauh pergi. Untuk dia aku ingin menuliskan terima kasih atas sepenggal memori yang kau tinggalkan untukku disamping masjid itu. Mungkin aku tak dapat bertemu dan berbincang dengan Dia kembali.
Dia begitu sempurna dimata ini, dia yang memberikan warna  dihidup ini tanpa dia sadari. Mungkin dia tak tahu, memori yang begitu singkat yang dia tinggalkan untukku, telah menemaniku selama 3 tahun belakangan ini.
Aku sungguh takut menatap mata nya, ketika aku masih dapat berbincang dengannya dahulu disamping masjid itu, yang dapat aku lakukan adalah menundukan kepala ini dan menjatuhkan pandangan kearah lain.
Dia , ketika aku mengingatnya, yang aku ingat adalah senja  dan masjid. Karena tempat dan waktu itu lah yang pertama kali merupakan tempat pertamaku bertemu dengan Dia.
Dia, telah menggoreskan kenangan indah didalam memoriku selama hampir 2 bulan, dan kenangan itu bertahan hingga 3 tahun. Aku selalu merasa sesak ketika mengingat Dia, tapi... tapi aku tak dapat berhenti untuk mengingat Dia dan Senja sore itu.
Aku takut waktu yang aku miliki tak cukup untuk bertemu dengan Dia kembali. Ketika aku diberi kesempatan untuk bertemu dengan Dia kembali, aku berharap saat itu aku dapat menatap matanya dan mengatakan terima kasih untuk waktu yang singkat dan maafkan aku yang telah menyimpan sejuta memori singkat dengan diam diam.
Toko buku, yahh tempat itulah yang ingin aku datangi bersama Dia. Aku ingin ,sekali saja, datang ketempat yang merupakan tempat favorite ku ketika aku ingin sendiri dan menghabiskan waktu luangku. Aku ingin mencium wanginya aroma buku lawas yang tersimpan rapi di toko buku itu. Dan aku ingin sekali ketempat itu bersama Dia.
Tulisan tangan Dia di dalam buku ku masih tersimpan rapih dan meninggalkan kenangan yang tersimpan rapi pula dibuku ku itu.
Kini, aku tak tahu pasti dimana Dia. Yang aku tahu dia sedang pergi ke negri sakura, aku tak tahu apakah kini Dia telah menemukan hatinya yang pernah hilang dahulu. Apakah kini Dia telah kembali?? Apakah Dia masih mengingatku??
Aku takut tak memiliki banyak waktu lagi didalam perjalananku ini. Aku takut pintu akhirku datang terlebih dahulu sebelum aku bertemu dengan Dia.
Dia dan Senja itu telah meniggalkan sejuta kenangan indah didalam memori ku.
Dia... dia dan dia, senja senja dan Senja, aku aku dan ......
                                                                                                *R*


Jalan panjang dan pintu akhirku




Jalan panjang dan pintu akhirku

Hidup ini seperti sebuah jalan panjang yang aku sendiri tak tahu dimana ujungnya. Yang aku tahu, jika kita menemukan ujungnya maka itu adalah saat ketika aku bertemu dengan Tuhan ditempat yang semua manusia pasti akan kesana. Waktu itu, setiap hari semakin mendekat dan mulai menjamah kedalam diri ini, hari demi hari yang aku lewati kelak akan membawaku kedalam pintu akhir dari jalan panjangku ini.
Setiap detik yang aku lewati , adalah setiap detik yang mengantarkanku kedepan pintu akhir. Aku hanya berharap ketika pintu itu ada dihadapku, dan ketika malaikat menjemputku, aku tidak merasakan sakit yang teramat.
Kematian adalah suatu kepastian, nilainya lebih pasti dari pada ilmu matematika, yang banyak orang katakan matematika adalah ilmu pasti, tapi menurutku yang lebih pasti adalah waktu pintu akhir ada dihadap ku. Semua yang hidup didunia ini kelak akan menemukan ujung jalan, dimana ujung jalan itu terdapat pintu akhir.
Ketika aku menemukan pintu itu, semoga aku telah memiliki bekal yang cukup untuk perjalanan panjang bertemu dengan Tuhan.
Tuhan, maafkan aku yang sering hilaf dan melupakanmu, maafkan aku yang sering berpaling dari waktu yang telah engkau tentukan untuk kita bertemu lima kali sehari.
Ketika mata ini tertutup untuk beristirahat aku berharap esok mata inipun akan terbuka dan dapat merasakan hari esok dengan semua nik’mat dan karuniaNya yang diberikan kepadaku.
Satu keinginanku ketika aku menemukan pintu itu aku dapat memberikan beberapa organku untuk mereka yang lebih membutuhkan, tapi aku tak tega melihat ekspresi kedua orang tua dan keluargaku jika itu aku lakukan.
Aku menulis ini ketika aku merasa bahwa waktu terlalu cepat berlalu begitu saja, aku tak memiliki banyak ruang untuk menyimpan semua memori tentang waktu yang tlah berlalu. Terima kasih untuk kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Untuk keluargaku maafkan aku yang masih memiliki banyak kekurangan dan tak dapat membalas semua yang telah kalian berikan untukku.
Aku berharap aku masih memiliki banyak waktu yang dapat aku gunakan untuk membahagiakan keluargaku. Tuhan aku mohon berika aku waktu untuk membahagiakan keluargaku.
Untuk mama ku, terima kasih atas semua yang engkau korbankan untukku hingga kini aku dewasa. Maaf kan aku yang sering berbuat salah. Dan untuk bapakku, hilangkanlah sikap egoismu, hidup ini tak akan berjalan tanpa orang lain disekitar kita. Jangan pernah berpikir bahwa semua yang terjadi adalah hasil kerjamu sendiri.
Hidupku mungkin tak lama lagi, mungkin saja ketika aku selesai menulis dikertas ini aku menemukan pintu akhir yang sedang menunggu ku diakhir perjalanan panjangku. Mungkin esok ketika aku pergi itulah akhir perjalananku. Aku tak tahu kapan pastinya pintu itu aku temukan, yang aku tahu, aku pasti akan menemukan pintu itu diujung jalan ini.
Biarlah aku tak ingin memikirkan kapan aku akan menemukan pintu itu, karena aku percaya aku akan menemukan pintu itu dengan cara yang indah. Mah, maafkan aku. Jangan menangis karena mungkin aku yang akan meninggalkanmu dahulu, aku merasa waktu untukku menemukan pintu itu begitu dekat.
Tuhan, aku berharap ketika aku berada didepan pintu itu, mereka yang aku tinggalkan tidak meneteskan air mata karena sedih, tapi karena bahagia pernah mengenalku, dan pernah aku menjadi bagian kecil dari waktu yang mereka miliki.
Bunga yang ditanam didalam pot dan selalu disirami setiap haripun kelak akan layu dan akan berjatuhan , kembali ketanah, seperti itu pun aku akan kembali kepada tangan sang Ilahi kelak.
            “Thank you, to all. I never think perfect without you.”

Jumat, 30 November 2012

Dia kah?? Atau ilusi semata??



Dia kah?? Atau ilusi semata??

Dua hari yang lalu aku menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh kampus ku, rasanya seperti mimpi bisa berada ditempat itu, dari sekian banyak orang namaku yang terpilih, terima kasih tuhan atas kesempatan yang engkau berikan kepadaku.
Tanpa disengaja aku melihat seseorang yang mirip dengan Dia, cara dia berbicara, sungguh terlihat mirip dengannya. Dan saat itupula aku merasa, Dia kah itu?? Benarkahh?? Apa aku mimpi??
Jantungku seakan berhenti sejenak dan tak dapat mengatakan apapun. Yang aku perhatikan hanya orang itu. Orang itu berjalan dengan sangat sigap menghampiri orang yang memanggilnya dari arah depan. Wajah itu mengingatkan aku dengan wajah Dia.
Maafkan aku yang memperhatikannya, aku tak bermaksud apa apa, aku hanya ingin memastikan, Dia kah? Atau hanya ilusi semataku.
Hingga acara itu berakhir aku tak dapat berpaling untuk melihatnya.
Orang itu dan Dia sungguh sangat mirip, dan saat itu aku berharap orang itu adalah Dia. Ingin sekali aku menyapa dan berbicara dengan Dia, dan Senja..
Senjaku dan Dia tak dapat aku pisahkan dari segudang  memory yang dia tinggalkan dalam pikirku.

Senja , Dia dan Aku


Senja , Dia dan Aku

Pernah aku berpikir, mungkin hanya sampai disini aku dapat melihatnya dengan langsung dan bercakap dengannya. Dia yang , akupun tak tahu apakah dia mengetahui apa yang aku rasa, waktu yang berlalu begitu cepat, aku hanya dapat memandang tanpa sedikitpun berniat untuk memanggilnya agar mencegahnya beranjak dari sampingku didalam pikirku aku mengatakan “jangan beranjak, tetaplah duduk, dan dengarkan kata kataku ini”,  tapi mulut ini terkunci dengan segala alasan yang aku tak  dapat jelaskan.
Dia , begitu sempurna dimata ini, tapi aku?? Aku tak tahu bagaimana dia menilaiku, yang aku tahu dia nyaman ketika berbincang denganku disore senja itu didepan taman. Mungkin aku berdosa karena memandangnya, mungkin aku salah duduk disampingnya.
Senja itu aku habiskan dengan berbincang dengannya tapi tanpa berani mengucapkan sesuatu yang aku rasakan. Ketika dia telah usai menyelesaikan tugasnya ditempatku, maka aku tak memiliki daya dan upaya untuk mencegahnya pergi dan berlalu.
Tuhan , ampuni aku yang memiliki perasaan ini, ampuni aku yang memendam rasa untuknya. Mendengar suaranyapun aku sudah bahagia, terlebih ketika dia berkata “ aku sehat, dan baik-baik saja”. Beruntungnya wanita yang akan mendapatkan kasih sayang darinya, itulah yang sering aku ucap saat bersujud dihadapan sang Ilahi.
Aku tak berani menatap mata saat berbicara dengannya. Semua tentang Dia seakan tak ada habisnya untuk aku ceritakan, senyumnya yang ramah, pemikirannya yang dewasa dan kata-katanya yang selalu memberikan arahan kepadaku. Janji yang sampai kini tak dapat aku tepati adalah melupakannya, dan janji yang belum dia beri adalah mengantarku ke toko buku. Aku sangat suka sekali membaca maka aku hanya meminta dia untuk menemaniku ke toko buku, tapi itu sudah tidak mungkin terjadi dan aku tidak mungkin memintanya.
Dia, kini telah memiliki hatinya sendiri. Ketika aku melihat kenyataan itu, sungguh remuk dan hancur perasaan ini, tapi entah kenapa aku malah merasa bahagia dibalik keterpurukanku.
Aku bahagia ketika melihatnya dapat bersama wanita itu, dan aku bahagia melihat wanita itu dapat berada disampingnya. Saat aku mulai terpuruk kembali aku selalu mengucapkan kata yang menurutku adalah Mantra untukku yaitu “ jika aku dan dia tak dapat bersama, maka aku yakin aku bukanlah yang terbaik untuknya, dan Dia pun sebaliknya bukan yang terbaik untukku, karena aku yakin tuhan menciptakkanku kedunia ini bukan untuk sendiri, tapi akan disempurnahkan dengan hati lain ,yang hingga kini aku tak tahu dimana hati itu.”
Kini sudah hampir 3 tahun aku tak melihat dan hanya berkomunikasi melalui dunia maya, tapi dari pertama aku mengenalnya dan berbincang dengannya sungguh aku tak bisa melupakan Dia, terlalu banyak hal yang menyenangkan ketika bersama dia, walau aku tak memiliki hubungan khusus dengannya, tapi dia telah memberikan warna untukku.
Kini laut telah menjauhkannya dariku , dan wanita itu telah memberikan benteng yang tinggi, sehingga menyadarkanku bahwa “tak seharusnya aku tetap memikirkan 3 tahun yang lalu, karena saat itupun aku tak memiliki hubungan khusus Dia”
Setiap aku mengingat kata-katanya kepadaku, tentang kemuliaan seorang wanita, hati ini seakan runtuh namun aku terus membangunnya dengan keyakinan bahwa kini Dia telah memiliki separuh hati yang ada pada wanita itu. Dan aku tak berhak merebut atau bahkan mencuri hati itu.
Senja sore itu, selalu bermain di pikiranku. Dia yang jauh selalu berada dekat dengan mata ini. Hatiku selalu berharap “ tuhan beri aku kesempatan sekali saja untuk bertemu dengannya lagi dan untuk me gatakan maaf karena aku telah diam diam menyimpan semua memori senja sore itu


                   Dia yang tetap berada dalam memory ini hingga 3 tahun lamanya


Kamis, 01 November 2012

Lirik Lagu Carly Rae Jepsen


 Call Me Maybe Lyrics

I threw a wish in the well,
Don’t ask me, I’ll never tell
I looked to you as it fell,
And now you’re in my way
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
I’d trade my soul for a wish,
Pennies and dimes for a kiss
I wasn’t looking for this,
But now you’re in my way
Your stare was holdin’,
Ripped jeans, skin was showin’
Hot night, wind was blowin’
Where you think you’re going, baby?
Hey, I just met you,
And this is crazy,
But here’s my number,
So call me, maybe?
It’s hard to look right,
At you baby,
But here’s my number,
So call me, maybe?
Hey, I just met you,
And this is crazy,
But here’s my number,
So call me, maybe?
And all the other boys,
Try to chase me,
But here’s my number,
So call me, maybe?
You took your time with the call,
I took no time with the fall
You gave me nothing at all,
But still, you’re in my way
I beg, and borrow and steal
At first sight and it’s real
I didn’t know I would feel it,
But it’s in my way
Your stare was holdin’,
Ripped jeans, skin was showin’
Hot night, wind was blowin’
Where you think you’re going, baby?
Hey, I just met you,
And this is crazy,
But here’s my number,
So call me, maybe?
It’s hard to look right,
At you baby,
But here’s my number,
So call me, maybe?
Hey, I just met you,
And this is crazy,
But here’s my number,
So call me, maybe?
And all the other boys,
Try to chase me,
But here’s my number,
So call me, maybe?
Before you came into my life
I missed you so bad
I missed you so bad
I missed you so, so bad
Before you came into my life
I missed you so bad
And you should know that
I missed you so, so bad
It’s hard to look right,
At you baby,
But here’s my number,
So call me, maybe?
Hey, I just met you,
And this is crazy,
But here’s my number,
So call me, maybe?
And all the other boys,
Try to chase me,
But here’s my number,
So call me, maybe?
Before you came into my life
I missed you so bad
I missed you so bad
I missed you so so bad
Before you came into my life
I missed you so bad
And you should know that
So call me, maybe?