Sabtu, 13 Juli 2013

Uniknya Pasar Apung

saya hari ini tak begitu banyak memiliki kesibukan dan tak bisa keluar kost-an karena hujan so internetan aja deh .. berhubung modem sudah dipasang paket internet, sayang jika tidak digunakan.. so iseng tangan memencet tuts " Pasar Apung di kalimantan" langsung search Image dan banyak gambar yang muncul, jadi ingin buat catatan tentang pasar yang satu ini, pasar yang sangat unik, siapa yang setuju ? like bisa kaliii.. hehehe.. mari kita mulai. Pasar seperti yang kita ketahui adalah tempat dimana penjual dan pembeli bertemu untuk bertransaksi menjajahkan barang dagangan ( ilmu ekonomi banget ini ) . Walau tak selamanya pasar itu harus bertemu langsung antara pembeli dan penjual seiring perkembangan Zaman. hehehe sok update deh saya ini.. :) nah di Indonesia ternyata pasar itu tak selamanya harus di daratan loh ternyata temen temen.. lihat dehh poto yang satu ini
sumber foto : http://portalbanjarmasin.com/wisata-pasar-terapung-muara-kuin-di-kota-banjarmasin/ nah uniknya kan pasar yang satu ini, mereka bertransaksi di atas sungai loh, dimana si tepatnya lokasi ini??? Lokasi ini berada di sungai Barito , Muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan. Saya sendiri belum pernah kesana, hanya melihat dari beberapa tayangan TV yang memperlihatkan keindahan dan keunikan Indonesia Tercinta ini..  bukan hanya sayur saja loh, ada pula makanan untuk sarapan seperti kue , gorengan dan lain sebagainya, dan unik.. diambilnya menggunakan kayu panjang yang diujungnya ada besi pengaitnya gitu, ga tau deh namanya apa.. mungkin kalian yang pernah kesana tau namanya, atau asalnya dari sana.. Sebenernya pasar apung ini bukan hanya di Indonesia, dinegara lain juga ada, tapi tetap Indonesia ku ini lebih unik (subyektiv banget ya, tapi ndak apaa apa, tandanya bangga jadi warga negara NKRI ini.. hehehe  ) Ini pasar tradisional yang normal
Sumber Foto : http://ir.binus.ac.id/2012/07/02/pasar-tradisional-dan-ekonomi-kita/ kalau menurut saya sih, ini udah semi modern, karena lantainya sudah keramik, tapi dikampung saya kisaran 3 tahun yang lalu masih ada yang bener bener tradisional. Kenapa? Lantainya masih tanah, dan mereka memanage tempatnya juga baik, di bagian depan itu sayuran dan tengah itu ikan ikan sama daging ayam dan daging sapi serta kambing, lalu di bagian paling belakang itu ada tempat khusus untuk tanaman dan hewan ternak., wah pokoknya tradisional banget dan membuat saya selalu tak pernah bosan kesana, tapi sekarang sudah sama seperti foto diatas. Dan sekarang ada yang lebih canggih lagi, apa itu?? Look this,
Sumber foto : google.com Saya lupa mengsave sumber foto yang satu ini, jadi kalo mau lihat sumbernya cari aja keyword nya “ gerobak sayur” nah muncul gambar ini, ya dari situ saya dapat deh pokoknya  .. sorry guys.. Kenapa saya bilang modern?? Bukan lagi harus masyarakat kepasar , tapi mini market berjalan sudah banyak tersedia, memudahkan... ya walau terbatas si barang nya tapi lumayan modern lah, menurut saya, bagaimana pendapat kalian?? Indonesia itu unik dari segi letak geografis, salah satu negara yang dilalui garis khatulistiwa, punya banyak hutan , flora dan fauna beragam dan banyak tempat sejarah yang bagus bagus. Wahh senengnya deh serta bangga jadi warga NKRI.. ini semua diluar kondisi yang lain lain ya guys. Keindahan Indonesia bukan hanya di Bali, masih banyak lagi contohnya : pantai senggigi di lombok, terus ada bunaken, terus ada gunung jaya wijaya, ada bromo, ada candi borobudur, ada aceh dan banyak lagi, juga Ibu Kota Jakarta yang dikenal dengan Traffic Jump nya.. hehehe tapi tetap suasana malam dijalanan Ibu kota indah dengan barisan gedung gedungnya.. kalo di sumatra ada bukit barisan kalo di jakarta bukit gedungan .. lohhh????$%^##$.. Sekian iseng iseng tulisan saya.. Keep proud be Indonesian  Penulis : sikacamata bening #siray

Rabu, 12 Juni 2013

PEMBINAAN KEBANGASAAN INDONESIA

PEMBINAAN KEBANGSAAN INDONESIA Indonesia mendapat kemerdekaan setelah berjuang cukup , saat penjajahan belanda yang berlangsung selama 350 tahun , kemudian setelah itu jepang datang dan menjajah indonesia dengan mengatakan bahwa mereka adalah saudara jauh, dan itu terjadi dengan kurun waktu 3,5 tahun. Perjuangan terus dilakukan oleh seluruh bangsa indonesia, yang kemudian pada 17 agustus 1945 indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaanya dihadapan seluruh bangsa indonesia. Dan penjajah penjajah keluar dari negara indonesia tercinta ini. Pada era Globalisasi ini, kemerdekaan adalah mandiri secara total, maksudnya adalah kemerdekaan adalah kapasitas kemandirian yang dimiliki oleh bangsa ini, ini bisa dilihat dari kemampuan membangun hubungan terbuka dengan bangsa lain. Dimana hubungan ini adalah hubungan yang saling menguntungkan. Sebelum membahas mengenai “ Pembinaan Kebangsaan Indonesia” kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu Pembinaan. Pengertian Pembinaan Menurut Psikologi. Pembinaan dapat diartikan sebagai upaya memelihara dan membawa suatu keadaan yang seharusnya terjadi atau menjaga keadaan sebagaimana seharusnya. Dalam manajemen pendidikan luar sekolah,pembinaan dilakukan dengan maksud agar kegiatan atau program yang sedang dilaksanakan selalu sesuai dengan rencana atau tidak menyimpang dari hal yang telah direncanakan. Menurut Soetopo, H. dan Soemanto, W (1991: 43) bahwa “pembinaan adalah suatu kegiatan mempertahankan dan menyempurnakan apa yang telah ada”. Secara umum pembinaan disebut sebagai sebuah perbaikan terhadap pola kehidupan yang direncanakan. Setiap manusia memiliki tujuan hidup tertentu dan ia memiliki keinginan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Apabila tujuan hidup tersebut tidak tercapai maka manusia akan berusaha untuk menata ulang pola kehidupannya. Hal tersebut di atas dikaitkan dengan dengan masalah pembinaan, yang dijelaskan oleh pendapat para ahli. Menurut Pamudji, S (1985: 7) bahwa: Pembinaan berasal dari kata ”bina” yang berarti sama dengan ”bangun”, jadi pembinaan dapat diartikan sebagai kegunaan yaitu: merubah sesuatu sehingga menjadi baru yang memiliki nilai-nilai yang tinggi. Dengan demikian pembinaan juga mengandung makna sebagai pembaharuan, yaitu: melakukan usaha-usaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih sesuai atau cocok dengan kebutuhan dan menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Selanjutnya, menurut Hidayat, S (1979: 10) bahwa: Pembinaan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar, berencana, teratur, dan terarah untuk meningkatkan sikap dan keterampilan anak didik dengan tindakan-tindakan, pengarahan, pembimbingan, pengembangan dan stimulasi dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan. Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pembinaan dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu berasal dari sudut pembaharuan dan berasal dari sudut pengawasan. Pembinaan yang berasal dari sudut pembaharuan yaitu mengubah sesuatu menjadi yang baru dan memiliki nilai-nilai lebih baik bagi kehidupan masa yang akan datang. Sedangkan pembinaan yang berasal dari sudut pengawasan yaitu usaha untuk membuat sesuatu lebih sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Setelah semua pengertian pembinaan tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa “pembinaan Kebangsaan Indonesia” adalah suatu sistem yang dibentuk untuk mengubah keadaan yang telah ada , dimana keadaan ini berubah kearah yang lebih baik. Dengan adanya pembinaan kebangsaan ini diharapkan bahwa seluruh bangsa Indonesia dapat bersaing dengan negara negara lain. Karena jika dilihat dari letak geografis indonesia memiliki begitu banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk membentuk kemandirian bangsa, dimana kita tidak selalu tergantung dengan bangsa lain, bahkan dapat bersaing dengan mereka, karena pada era globalisasi ini kemerdekaan bukanlah hanya sebuah simbol atau kata kata, melainkan kemerdekaan adalah hal yang diraih dengan perjuangan keras para pahlawan terdahulu dan kini, kita sebagai generasi penerus wajib melanjutkan kemerdekaan itu dengan cara memaksimalkan kapasitas kemandirian kita atau bangsa indonesia dengan menjalin hubungan terbuka dengan bangsa lain. Banyak aspek yang dapat kita gunakan untuk membina kebangsaan bangsa ini, misalkan untuk kalangan pelajar bisa dengan menjalin hubungan dengan bangsa lain, dan memperlihatkan bahwa negara Indonesia tercinta ini memiliki aset aset masa depan yang telah terbina sehingga dapat bersaing dengan bangsa lain. Dari suatu penilaian pribadi saya, saya melihat bahwa bangsa bangsa yang maju pada era Globalisasi ini adalah bangsa bangsa yang karakternya telah tertempa dengan baik, mulai dari pola pikir dan semangat serta kedisiplinan mereka. Dimana mereka karakternya telah dibentuk dengan sedemikian rupa dan membawa negara nya kearah kemajuan. Pembinaan karakter ini, bisa dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu keluarga serta penanaman nilai nilai moral yang tinggi supaya kemerdekaan yang seluruhnya dapat dirasakan. Dalam pembinaan ini juga dibutuhkan komitmen dari bangsa Indonesia sendiri, sehingga daya saing dapat meningkat. Dan kita tak terjebak dengan terus menerus menjadi negara berkembang. Kemudian terjebak dengan budaya budaya asing yang masuk dan tanpa bisa kita saring, sehingga membuat kita melupakan budaya asli kita sebagai bangsa Indonesia , bahkan terjebak dalam perangkat teknologi. PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA Paham kebangsaan muncul karena beberapa perjalanan bangsa indonesia sendiri dimana : 1. Sejarah Historis yang berasal dari perjuangan Seperti saya sebutkan diatas bahwa bangsa Indonesia ini pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun dan bangsa jepan 3,5 tahun. Dengan terjajahnya bangsa indonesia selama itu namun tak menyurutkan niat dan semangat bangsa untuk merebut kemerdekaan, sehingga perjuangan perjuangan terus di kobarkan diseluruh wilayah Indonesia. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai dan tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung didalamnya antara lain harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa. 2. Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 mei 1908 Kebangkitan ini ditandai dengan berdirinya sebuah organisasi yaitu Boedi Oetomo yaitu organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA, seperti Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tahun 1908. Pada mulanya organisasi ini bergerak dibindang bukan pada politik namun kemudian berubah menjadi politik pada tahun 1915. Awalnya bergerak pada bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pada tahun 1929, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Soetomo. Penggabungan (Fusi) Itu membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya). Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priyayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas BupatiKaranganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dariKeraton Pakualaman. 3. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Dimana isinya adalah sebagai berikut : 1.Kami putra putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah airIndonesia. 2. Kami putra putri Indonesia mengaku, berbangsa satu bangsa Indonesia. 3.Kami putra putri Indonesia mengaku, menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Ketiga keputusan tersebut dipatuhi oleh semua perkumpulan kebangsaan Indonesia. Keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuan, yaitu Kemauan, Sejarah, Bahasa, Hukum adat dan Pendidikan. Adapun makna Sumpah Pemuda menjadi tonggak penegas yang sangat penting dalam sejarah atau lebih jelasnya, bahwa kita wajib menjujung tinggi persatuan Indonesia berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Kita bangga bertanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia; Karena itu kita wajib mencintai tanah air,bangsa dan bahasa Indonesia. Rasa kebangsaan haruslah ditempa didalam diri setiap bangsa Indonesia dimana rasa kebangsaan ini saya rasa mulai luntur dengan banyaknya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia tanpa disaring oleh kebudayaan asli Indonesia. Untuk membangun negara Indonesia ini kearah yang lebih maju maka dibutuhkan semangat juang dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. WAWASAN KEBANGSAAN Wawasan kewarganegaraan adalah Istilah wawasan kebangsaan terdiri dari dua suku kata yaitu “wawasan” dan “kebangsaan” dan secara etimologi istilah wawasan berarti hasil mewawas, tinjauan, pandangan dan dapat juga berarti konsepsi cara pandang (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 18). Wawasan kebangsaan dapat juga diartikan sebagai sudut pandang / cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang diri dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Wawasan kebangsaan menentukan cara suatu bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa menempatkan diri dalam tata hubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa bangsa lain di dunia internasional. Nilai-nilai wawasan Kebangsaan yaitu; Penghargaan terhadap harkat dan martabat sebagai makhluk tuhan yang maha kuasa,tekat bersama untuk berkehidupan yang bebas, merdeka, dan bersatu , cinta tanah air dan bangsa , demokrasi dan kedaulatan rakyat , kesetiakawanan sosial , masyarakat adil dan makmur. WAWASAN NUSANTARA Wawasan nusantara adalah adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasiladan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. PERAN YANG HARUS DILAKUKAN OLEH GENERASI MUDA Saya sebagai generasi muda yang sudah pasti akan menjadi generasi penerus bangsa ini, memiliki banyak tanggung jawab yang berada diatas pundak saya. Bahkan bukan saya saja, melainkan semua generasi muda yang akan menjadi penerus. Sebagai generasi penerus untuk menanggulangi hal hal yang tidak diinginkan dimasa depan dengan Negara Republik Indonesia tercinta ini, kita wajib melakukan tindakan dan meneruskan tujuan dan cita cita para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Masalahnya adalah bagaimana menimbulkan semangat itu?, saya melihat banyak generasi muda yang terjebak dalam zona nyaman sehingga sulit untuk menantang diri menghadapi dunia ini. Padahal kita tahu negara ini ada ditangan generasi muda. Peran yang harus dilakukan menurut saya, carilah ilmu setinggi mungkin walau harus kenegri sebrang, tapi dengan catatan jangan lupakan Negara Republik Indonesia tercinta ini, kembalilah dan mari sama sama kita bangun negara ini. Lakukan hal hal kecil yang bisa membawa kedalam kemajuan. Misal tanamkan rasa gemar membaca, karena kita tahu buku adalah jendela dunia. Dimana kita bisa menemukan segala macam pengetahuan didalamnya. Namun jangan lupa untuk menanamkan bahwa ilmu itu harus dibagi. Banyak mereka yang berilmu tapi tidak memanfaatkan dengan baik, sehingga merugikan negara, ini menurut saya yahg perlu dipikirkan bersama. Jangan sampai setelah kita terbebas dari jajahan bangsa lain, lalu kita terjajah bangsa sendiri itu maksudnya. Gunakanlah ilmu dan pengetahuan sebijak mungkin. Semangat generasi muda dalam berkarya dan membangun negara ini. Negara bukan berada ditangan bapak kita, pejabat pemerintah kita, atau semua lembaga, tapi ada ditangan Generasi Muda. Kenapa saya katakan seperti itu, logikanya apakah mungkin mereka yang sekarang ada dipemerintahan akan selamanya berada disana? . lakukan segala sesuatu dengan pemikiran yang matang. Melihat generasi muda yang masih memiliki semangat juang dan darah yang masih muda sehingga segala sesuatu baik kecil bisa menjadi besar jika diselesaikan dengan cara yang salah. Saya tidak mengatakan demonstrasi itu salah, kenapa?. Sebagai generasi muda yang saya yakin memiliki intelektual tinggi mampu membedakan mana cara yang benar dalam menyelesaikan masalah dan mana yang salah. Demonstrasi benar boleh dilakukan mengingat negara kita menganut sistim bebas mengeluarkan pendapat. Tapi ada satu catatan penting yaitu, saat demonstrasi kita harus memiliki pondasi yang kuat. Maksudnya adalah tidak sekedar demonstrasi, ada alasan yang kuat, dan alasan ini bukan alasan yang bersifat Subyektif tapi harus Obyektif. Jika diajak untuk demonstrasi karena ada embel embel lain dibelakang tolong dipikirkan secara bijak ikut atau tidaknya. Jangan sampai masalah yang seharusnya tak merisaukan lingkungan sekitar kemudian menjadi merisaukan. Dan itu bukan hanya akan merugikan satu atau dua pihak tapi banyak pihak yang akan dirugikan. Misal, demonstrasi menggunakan anarkis, demonstrasi ini bisa menyebabkan jatuhnya korban, bahkan sering mereka yang menjadi korban bukanlah mereka yang ikut demonstrasi atau mengetahui pangkal masalahnya. Terima kasih untuk sumber dibawah ini, informasinya sangat membantu dalam penulisan sederhana ini, terima kasih  Sumber penulisan : http://yuslainiwati.blogspot.com/ http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara http://mentarivision.blogspot.com/2011/11/paham-kebangsaan-dan-lahirnya-pancasila.html http://www.masbied.com/2012/04/09/pengertian-pembinaan-menurut-psikologi/ http://thishasgottabegootlife.blogspot.com/2013/05/pembinaan-kebangsaan-indonesia.html

Kamis, 30 Mei 2013

sejarah namaku dibalik cerita lucu yang muncul untuk panggilanku , Iseng iseng nulis :)

aku pikir apa si istimewanya nama SITI?? lalu aku bertanya kepada orang tuaku, kenapa aku dinamai dengan Siti rahayu, lalu diceritakanlah , bahwa setelah aku lahir orang tuaku mendapatkan rizky sehingga bisa membeli sebidang tanah. nah lohh, apa hubungannya, ternyata siti itu artinya tanah dan rahayu artinya sentosa, dan orang tuaku berkata "kamu kami beri nama siti rahayu, dengan harapan kamu dapat hidup seperti tanah yang bisa memberikan tempat hunian untuk semua makhluk dimana dengan seizin yang kuasa yaitu allah swt dari tanah tumbuh banyak kebaikan , seperti makanan dan lain sebagainya, serta kami mengharapkan dan mendo'akan agar kamu hidup selalu sejahtera dan sentosa, begitu nak" sambil mengakhiri percakapan malam itu. lalu aku penasaran aku carilah artikel tentang nama siti dan rahayu dan inilah yang aku temukan, ternyata ada beberapa pengertian dalam nama ku, aku pikir namaku diambil dari bahasa sansekerta semua, ternyata tidak , siti dalam namaku diambil dari kata sayyidati yang dalam bahasa arab artinya adalah tuanku untuk perempuan atau tuan putri (aamiin semoga, dalam nama itu ada do'a), uniknya nama ini hanya ada di Indonesia , Malaysia dan Singapore (wah perlu dilestarikan ini yaa, limited edition ini mah namanya). selain itu nama siti juga sering disandingkan dengan nama istri rosulullah, keluarga dan sahabat beliau. dimana orang arab suka menyingkat sayyidati menjadi siti,(ini dari artikel yang saya dapat) di Indonesia khususnya pulau jawa Siti berasal dari bahasa sansekerta yang artinya tanah dimana dalam simbologi dan kosmologi artinya adalah nusantara atau bumi atau tanah , dahulu nama siti hanya untuk bangsawan dipulau jawa namun, kemudian walisongo melakukan dekonstruksi untuk nama siti atau ksiti, sehingga dapat digunakan secara umum. nama siti pun tidak hanya digunakan oleh perempuan ada nama syekh siti jenar yang merupakan walisongo penyebar ajaran islam diindonesia. beruntung aku memiliki nama dengan harapan dan do'a yang baik. terima kasih ama dan bapakku. oiaa tapi karena beberapa alasan teman temanku memanggil aku dengan sebutan siray itu bukan nama alay atau nama panggung ya teman, kaya DJ aja yang punya nama panggung hahah tapi singkatan (SIti RAhaYu) huruf yang aku capslock nah berasal dari situ nama siray, lalu ada juga yang memanggil Ray, siti, rahayu , ataupun Ayu. untuk keluargaku mereka memanggilku dengan berbeda beda, mas ku yang pertama memanggil dengan sebutan Bedor, katanya si karena dulu ampun embul banget, lalu mas keduaku memanggilku dengan sebutan beletong ini yang paling aneh menrutku, ga ngerti deh , emang aku tong?? huhhh.. lalu saudara ku khususnya bule ku memanggil tiplek, apalagi ini.. hahaha.. katanya karna dulu poniku itu lepek nempel kejidat terus namaku siti jadi siti poni lepek. hahhhh ada ada saja. dan ama bapaku sering memanggilku dengan sebutan siti heheh ga ada yang lain. hahahaha.. itulah sejarah nama siti rahayu beserta nama panggilan sayang keluarga yang terdengar aneh tapi lucu juga, dan sampai sekarang masih digunakan.

Senin, 20 Mei 2013

menantang kekhawatiran berbuah manis

Bismilaah, dengan izin dan kehendaknya insyaa allah aku percaya itu. Kini aku sungguh memutuskan untuk menggunakan hijab sesuai dengan yang disyariatkan islam yang adalah agamaku. Dahulu terlalu banyak kekhawatiran dalam diriku ini. Aku takut tampil beda dari yang lain, yah itu hal yang aku fikir, aku takut dicap fanatik atau sebagainya. Hingga suatu hari entah apa yang membuatkan memutuskan menggunakan hijab ini. Insyaa allah aku bisa tetap menggunakan hijab syar’i sesuai yang digambarkan rosulullah didalam hadist. Berhijab adalah kebutuhan bukan lagi pilihan itu yang aku pikir. Dahulu aku sempat berpikir , kuno atau bahkan ketinggalan zaman menggunakan hijab. Itu sebelum aku membaca dan memahami sebuah firman allah swt dalam al qurn’an, terlalu mulia wanita didalam islam di jelaskan. Banyak keistimewaan yang digambarkan tentang perempuan didalam alqur’an. Pertama kali aku mengenakan kerudung waktu SMK , aku hingga kini tak bisa menjawab kenapa aku berhijab. Pernah suatu malam aku bermimpi didatangi seorang wanita , wanita itu adalah guru agamaku disekolah, dengan tegas beliau memarahi ku yang kala itu dalam mimpi tak berkerudung. Sebagai remaja terlalu banyak kekhawatiran dalam diri ini, inikah waktunya aku menjalankan kewajiban ini? Sering aku memikirkan kata kata itu. Kala remaja saat banyak diantara mereka yang menampakkan mahkota mereka aku tak bisa seperti mereka, itu satu hal yang aku rasa. Kala melihat temanku memiliki pacar, aku berpikir, aku tak bisa pacaran kalo berkerudung. Saat berjalan di tempat perbelanjaan aku melihat baju remaja putri cantik cantik dipasang dimanekin, lalu aku berpikir, aku tak bisa menggunakan baju itu. Banyak sekali gangguan dan halangan untuk berusaha baik itu yang aku rasa. Pertama aku mengenakan kerudung, jujur, orang tuaku saat itu sedang mengalami khawatir yang cukup besar karena terjadi banyak kasus anak perempuan yang tiba tiba menggunakan kerudung kemudian menghilang mengikuti ajaran sesat. Sempat ditentang itu aku alami. Aku sadar, bukan orang tuaku menentang firman allah, tapi ketakutan yang mereka rasa karena aku satu satunya putri mereka. Tapi aku tak lantas menyerah, perlahan tapi pasti kini mereka merestuiku karena memang aku memutuskan untuk berhijab bukan karena seseorang atau kelompok lain, tapi semata mata untuk pemilik nyawaku yaitu allah yang maha agung. Aku hidup dikeluarga yang biasa biasa saja, dari pendidikan dan lain sebagainya. Aku satu satunya anak yang bisa merasakan sekolah hingga perguruan tinggi. Aku merasakan tangan Tuhan selalu menuntunku untuk berjalan dijalanNYA. Kekhawatiran yang aku rasa kala akan memutuskan berhijab kini sirna termakan oleh angin begitu saja, aku tak memikirkan pandangan manusia tentang pikir mereka yang mungkin berkata kuno atau apalah, tapi aku berbaik sangka saja kepada mereka. Mungkin mereka belum merasakan indahnya tertutup seperti ini. Dengan hijab yang syar’i aku masih tetap bisa bergaul dengan teman, bahkan merasa istimewa diantara yang lain. Perempuan itu laksana bunga yang jika telah disinggahi lebah maka akan layu, dan hijabku menolongku akan hal itu. Perasaan ingin merasa memiliki pacar pernah singgah dihati ini, tapi kini insyaa allah dengan kehendakNYA rasa itu aku hapus, karena ternyata tak ada didalam islam kata pacaran, karena bisa membuat mendekati hal yang terlarang. Didalam islam ada ta’aruf tapi itupun bukan pacaran atau tunangan. Ada batas ta’aruf dan harus jelas kapan pernikahan itu terjadi. Aku yakin tuhanku allah swt mengatur hal itu untuk menjaga kami para hambaNYA dari goda setan yang memang selalu mengintai untuk membawa bersama mereka di neraka. Lalu ada pernyataan yang menggelitik pikirku saat seorang sahabat berkata “ berkerudung tapi ko gitu mending yang kaga aja sekalian tapi ga begitu, ga malu apa?” aku tergelitik dan berkata “ sahabatku yang cantik, apakah kamu mau bernegosiasi dengan tuhan untuk perkataanmu itu?. Akupun tak suci dan tak lepas dari dosa, aku sadar itu sahabat. Tapi bukankah lebih baik seorang manusia yang mencoba untuk perbaikan diri. Biarkan mereka seperti itu, aku yakin sahabatku, mereka tahu yang dilakukan adalah salah. Aku yakin mereka suatu saat akan lebih baik, mungkin hanya mencari jati diri. Dan percaya allah swt tak pernah tidur dan melihat kita, bukan kuasa kita untuk menjudge mereka seperti itu.” Aku menjawab dengan senyum. Lalu sahabatku berkata “ ajari aku” aku hanya berkata “ mari bersama sama menjemput cahayaNYA” Perempuan dikaruniai begitu banyak keindahan yang bisa membahayakan diri mereka sendiri itulah hakikat perempuan, tinggal bagaimana menjaga keindahan itu tetap indah namun tetap terjaga. Kini insyaa allah aku istiqomah, iri melihat wanita muslim lain yang begitu taat. Aku pun ingin seperti mereka, maka mulai dari sekarang insyaa allah. Ini ceritaku apa ceritamu???

THIS MY TRUE STORY AND GIVE THANKS TO MY FRIEND

THIS MY TRUE STORY AND GIVE THANKS TO MY FRIEND Bismilah, assalamualaikum teman dan sahabatku yang luar biasa. Ini ceritaku apa ceritamu?? Lets see  Didalam hidup ini selalu saja ada yang namanya konflik entah batin atau dengan orang lain. Dan yang ingin aku tulis adalah konflik batin dalam diri ku ini. Siapa sihh, yang ga pernah ngalamin konflik batin?? Aku yakin semua manusia juga pernah. Entah itu konflik yang sepele atau memang berat, sedikit atau banyak, jarang atau sering. Itu semua pasti ada dan pernah terjadi. Inilah ceritaku tentang konflik batin yang aku rasa saat memutuskan berhijab. Waktu itu aku ingat sekali aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas kejuruan atau yang sering disebut SMK. Usiaku yang masih 17 tahun masih dikatakan remaja, bahkan banyak yang menyebut ABG. Masih terlalu banyak hal yang kurang penting tapi aku pikirkan dan aku khawatirkan, seperti , ketika aku berhijab akankah aku bisa bermain layaknya remaja lain? Lalu pakaian yang aku gunakan pasti ketinggalan zaman atau kuno, karena harus menggunakan pakaian serba tertutup yang modelnya itu itu aja. Lalu kalo aku berhijab, aku ga bisa bebas sebebas remaja lain mengekspresikan apa yang dipikirkan. Kalo aku berhijab, orang akan melihatku dengan pikiran negative di bilang fanatiklah, atau yang seremnya lagi dibilang teroris. 2 tahun setelah aku lulus SMK aku menggunakan kerudung yang simple seperti remaja remaja lain, dan pakaiannya pun masih ketat, yah biar ga ketinggalan zaman gitu maksudnya. Hingga suatu hari entah aku pun tak mengerti tapi aku ingin menggunakan rok dan kerudung syar’i. Awal aku menggunakan kerudung aku akui, orang tuaku belum siap atau ada kekhawatiran sendiri karena pada saat itu ajaran sesat yang mengatas namakan agama sedang menyeruak kepermukaan, tak sedikit remaja yang akhirnya pergi dari rumah karena merasa tak sepaham dengan orang tua. Dan teror teror berbau agama terjadi dimana mana, hampir setiap minggu ada berita terbaru tentang hal itu. Hingga saat aku tiba tiba menutup aurat kedua orang tuaku bertanya, dan mempertanyakan, bukan kedua orang tuaku melarang tapi takut aku yang masih labil terbawa dengan hal yang sedang merebak dan itu aku yakin merupakan hal yang menakutkan untuk kedua orang tuaku. Terjadi pergolakan batin yang begitu membuatku seakan bisa dikatakan underpresser yah bagaimana tidak, aku bingung sekarang kah waktunya atau ini bukanlah waktu yang tepat. Aku tak memiliki guru spiritual, karena aku memang takut dengan guru spiritual dan kedua orang tuaku tak mengizinkan aku memiliki guru spiritual, mereka hanya memperbolehkan aku belajar dari dua pegangan umat islam yaitu Alqur’an dan Al hadist. Dan aku akui keluargaku bukanlah keluarga yang ahli agama. Aku anak perempuan satu satunya didalam keluarga kecilku, sehingga semua begitu overprotectif kepadaku. Aku tak menyalahkan itu, aku percaya hal yang dikhawatirkan kedua orang tua dan keluarga ku adalah untuk mencegahku melakukan hal yang tak baik, baik itu dimata tuhan atau manusia. Kulakukan do’a panjang meminta petunjuk dari sang Kuasa pemilik hati dan nyawaku. Hingga itu dijawab, dalam mimpi aku bertemu guru agama SMK ku dan dia berkata kepadaku dengan nada tinggi, jika dia tak suka melihat aku yang menampakan mahkota perempuan kepada orang yang bukan muhrimku, dia juga berkata, jika aku tanpa kerudung aku tak cantik seperti layaknya seorang muslimah. Lalu dia menasehatiku untuk aku menutup aurat sesuai dengan yang diperintahkan oleh allah swt dan rosulullah pun mengajarkan hal itu kepada wanita muslim pada zaman rosul. Walau sekarang bukan zaman rosul tapi ajaran rosul haruslah tetap dilakukan karena semua itu adalah kebaikan serta allah swt pasti merestui hambaNYA yang berjalan untuk meraih cahayaNYA. Sempat aku bercerita kepada teman lama dan meminta pandangannya mengenai perempuan yang mengenakan kerudung. Dan jawaban temanku saat itu dia mengatakan, perempuan muslim memang seharusnya menutup aurat sesuai yang diperintahkan didalam al qur’an dengan begitu wanita akan menjadi mulia baik dimata Tuhan atau manusia lain. Dia adalah teman sekaligus guru ku disekolah. Kami dekat, tapi kami membatasinya karena kami berbeda. Lalu setelah menginjak bangku perguruan tinggi aku melihat seorang muslimah yang begitu taat baik dalam perkataan dan pakaian itu sungguh menggambarkan wanita muslim yang sesungguhnya. Kerudung panjang yang menutupi dada dan tebal serta pakaian yang tak membentuk lekuk tubuh. Aku melihatnya merasa iri, kenapa? Perempuan itu saja yang juga sahabatku bisa taat kepada Tuhan, lalu kenapa aku tidak. Butuh waktu satu tahun lebih untukku menggunakan pakaian syar’i. Tapi aku tak menutup muka ku, karena rosulullah juga tak menganjurkan untuk menutup muka. Pernah aku membaca buku dimata disitu dikatakan ketika ada perempuan yang ingin mengunjungi aisyah rosul berkata wanita muslim yang boleh terlihat ini dan ini sambil menunjuk pergelangan tangan dan muka rosul sendiri karena saat itu rosul memalingkan muka dari adik aisyah itu. Jadi aku tak menutup muka ku, dan kedua orang tuaku sudah pasti tak akan mengizinkanku dan aku tak ada keinginan untuk seperti itu. Untuk sahabat muslimahku yang lain tak apa jika memang menutup muka dengan kain karena itu hak kalian. Aku menulis ini bukan ada maksud apa apa ini hanya ceritaku tentang pengalamanku memakai kerudung syar’i. Saat berjalan dikeramaian pun aku merasa nyaman dan aman menggunakannya karena aku yakin malaikat dan Tuhan mengawasi dan menjagaku disetiap langkahku. Aku memiliki teman sepermainan diperguruan tinggi, waktu itu yang menggunakan kerudung hanya ada 5 dari 9 teman dekatku. Dan kini alhamdullah tinggal 3 yang belum mengenakan dan aku berharap hidayaNYA akan singgah dihati teman teman ku yang lain. Teman sekamarku juga telah menggunakan kerudung, aku bersyukur sekali dan merasa senang sekali. Dan kini didalam kelasku juga sudah bertambah 3 orang yang menggunakan kerudung lagi. Insyaa allah surgalah untuk mereka yang menaati perintahNYA. Kini aku selalu berpikir, jika tuhan telah berfirman didalam Al qur’an apakah pantas untuk kita bernegosiasi dengan perkataan tuhan? Itu hal yang harus diresapi sahabatku muslimah yang cantik, dengan berhijab, rizky, ilmu, jodoh itu tak akan terhalang menghampiri kita. Kenapa ,kalian pernah dengar jika kita meminta padaNYA maka DIA dengan senang hati akan memberi kepada kita, lalu apakah manusia bisa menghalangi kehendak Tuhan. Jika mencari kerja menggunakan kerudung banyak yang mengatakan sulit, itu semua bukan karena kerudung tapi karena faktor lain, mungkin saja tidak cocok yang dibutuhkan perusahaan dengan apa yang kita miliki didalam diri. Ketika awal aku berhijab aku sedang mencari praktek kerja lapangan saat itu dan aku merasakan tangan Tuhan memang tak pernah meninggalkan hambaNYA yang menjalankan perintahNYA. Terbukti saat itu kelompokku adalah satu satunya kelompok yang makmur saat praktek kerja lapangan dari pengalaman, fee dan kesenangan batin aku dan temanku dapatkan. Itu salah satu kuasa tuhan. Bahkan ada kelompok lain yang kemudian juga ingin ketempat magang itu, tapi tak bisa karena berbagai alasan, tapi alhamdulilahnya aku dan kelompokku saat itu dengan mudah masuk kedalam institusi itu. Dan sekarang saat duduk diperguruan tinggi aku juga merasakan tangan Tuhan tak pernah jauh dan selalu menuntunku kearah yang lebih baik, aku selalu ditunjukan pertemanan yang mengarah kearah positive dalam kebaikan. Aku menemukan banyak mahasiswa luar biasa yang jika aku perhatikan mereka semua adalah orang yang taat. Itu balasan tuhan nyata untuk hambanNYA yang taat. Teman ku baik itu seorang muslim atau muslimah selalu mendapat bantuan Tuhan dan selalu dilindungi tuhan dalam jalan mereka yang berjalan dijalanNYA. Ada yang mengajarkanku untuk membuat mimpiku dan mencoba meraihnya, ada temanku yang mengajarkanku untuk tak lupa meninggalkan solat, ada temanku yang mengajarkanku ilmu ilmu dunia dan ada yang mengajarkanku untuk pengembangan diri. Itu semua aku pikir karena aku ingin istiqomah dijalanNYA sehingga DIA tunjukkan aku kepada orang orang luar biasa ini. Aku tak bisa menyebutkan namanya satu satu, tapi jika mereka membaca tulisannku ini aku yakin mereka tahu. Bahwa tulisan ini ditunjukkan untuk mereka, aku ucapkan terima kasih kepada kalian teman ku muslim dan muslimah yang luar biasa. Damai dan tenang aku dapat kala aku berjalan dijalanNYA untuk menjemput cahaya dan RidhoNYA. Mari kita generasi muda mulai dengan hal kecil untuk mematuhi perintahNYA tanpa harus melupakan kegiatan dunia, karena dunia dan akherat bersifat relition. Berhijab bukan penjara untuk berkarya, karya bukan hal yang selalu dinilai dengan materil dan materil tak selalu membuat damai dalam hidup, lalu apa yang kita cari di kehidupan ini?? Hilangkan pemikirian “ yang pake kerudung aja kadang gitu kelakuannya, mending yang engga sekalian tapi ga kaya gitu”. Sahabatku yang cantik itu salah kaprah namanya, apa kalian berani berkata seperti itu kepada dzat yang menciptakan kita dan memberi kita hidup?? Dahulu aku juga pernah berpikir seperti itu, tapi sekarang tidak lagi, sekarang jika teman ada yang berkata seperti tiu aku hanya tersenyum dan berkata “ berani ga? Bilang gitu sama yang menciptakan kita dan yang menyuruh didalam firmanNYA?” lalu aku juga berkata “biarkan bukan hak kita menghakimi, kita tak punya kuasa itu sahabatku yang cantik”. Aku sadar aku bukan wanita sesuci siti maryam, atau fatimah azzahra. Tapi aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Aku tak ingin kehidupan dunia yang riweh ini aku alami juga dialam yang abadi akherat. Dan untuk kedua orang tuaku aku hanya ingin menjadi pelita untuk kalian the greatful parent. Pelukku untuk ama dan bapakku selalu, genggam tangan untuk teman dan sahabatku. Terima kasih untuk inspirasiku wanita muslimah , dan terima kasih untuk muslim yang menjadi inspirasiku melangkah kecahayaNYA juga. Wassalamualaikum  Goresan pena butir kata penuh makna Sincerely SR

Kamis, 25 April 2013

DEFINISI WARGANEGARA MENURUT UUD 1945 DALAM PASAL 26

DEFINISI WARGANEGARA MENURUT UUD 1945 DALAM PASAL 26 Menurut UUD 1945 pasal 26 yang dikatakan menjadi warga negara adalah sebagai berikut : (1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. (2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. (3) Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. Jelas dikatakan yang menjadi warganegara menurut UUD 1945 yang dijelaskan didalam pasal 26 ayat (1) bahwa yang menjadi warganegara adalah orang orang bangsa indonesia asli dan orang orang bangsa lain yang disahkan dengan UU. Disini jelas sekali bahwa semua orang baik yang memang berasal dari Negara Indonesia asli dan orang bangsa asing yang telah disahkan dengan UU secara sah dikatakan sebagai warga negara Republik Indonesia. Lalu bagaimana dengan sebutan Pribumi dan Non Pribumi?? Sering sekali kita mendengar bahkan mungkin berkata “ heii kau orang pribumi” atau “ heii orang non pribumi”. Apa si sebenarnya “orang pribumi” dan “non pribumi”. Istilah ini seharusnya tak ada, kenapa?? Dengan seseorang merasa bahwa dirinya itu adalah kelompok mayoritas akan lebih sering melakukan diskriminasi kepada orang yang minoritas. Saya kurang setuju sebenarnya dengan adanya istilah ini. Karena sejujurnya tak ada orang pribumi ataupun non pribumi. Dengan adanya istilah ini kemungkinan besar terjadinya konflik. Istilah pribumi dan non pribumi muncul karena adanya salah persepsi menurut saya. Kenapa ?? sudah jelas dikatakan didalam UUD 1945 tidak ada kata kata bahwa warga negara indonesia itu dibagi menjadi pribumi dan non pribumi. Semua orang yang disahkan UU sebagai warga negara maka orang tersebut adalah warga negara Republik Indonesia. Saya lebih suka jika dikatakan penduduk asli dan pendatang itu lebih baik didengarnya. Lalu siapa si penduduk asli Indonesia?? Dan jika ada dimana domisilinya?? Mari kita jawab : Menurut saya semua warga negara itu merupakan satu kesatuan, yang mengikat bersatu menjadi satu kesatuan yang dinamakan warga negara Republik Indonesia. Dan domisilinya sudah pasti semua yang tinggal atau bertempat tinggal di daerah indonesia, entah daerah yang masih belum terekspose atau yang sudah terekspose. Siapa saja yang dimaksud sebagai non pribumi ?? Menurut saya TIDAK ADA. Itu sesuai dengan UUD 1945 pasal 26. Lalu kenapa timbul istilah pribumi dan sangat menonjol untuk etnis Tionghoa? Jika dilihat dari sejarah bangsa indonesia kaum tionghoa juga termasuk saat melawan belanda. Mereka bersama sama melawan bangsa belanda yang kala itu menjajah negara ini. Namun entah karena alasan apa, pada masa itu masyarakat tionghoa banyak yang menjadi sasaran pembunuhan. Maka dari itu orang tionghoa tidak lagi di izinkan untuk tinggal disembarang tempat. Maka dibuatlah wilayah wilayah yang dibuat khusus untuk mereka yang memang menjadi etnis tionghoa. Itu adalah saat penjajahan. Lalu bagaimana saat orde baru?? Kala itu hubungan orang indonesia dan etnis cina begitu rukun berdampingan tanpa ada sedikitpun konflik bahkan pada tahun 1946, konsul Jendral Pem. Nasionalis tiongkok, Chiang Chia Tung ( belum ada RRT) dengan bung Karno datang ke malang dan mengatakan bahwa masyarakat tiongkok merupakan kawan seperjuangan. Namun saat terjadi G30S/PKI yang dipolisir penduduk tionghoa yang dihargai dan dianggap sebagai kawan seperjuangan menjadi sasaran pelampiasan pembunuhan karena adanya anggapan bahwa komunis adalah bangsa cina. Padahal hal ini belum tentu benar. Ya, kita bisa menilai sendiri sekarang ini, saya rasa warga negara indonesia saat ini lebih bisa membedakan mana yang benar dan rasional. Menurut saya istilah atau isu mengenai kamu pribumi dan non pribumi itu harus segera dirubah. Karena tidak ada kaum seperti itu, kita semua yang berbeda ras, berbeda suku, bahasa ibu dan lain sebagainya adalahs satu kesatuan yang memang saling mengikat untuk membuat negara ini hingga saat ini tetap ada. Saya harap tak ada lagi konflik yang terjadi karena perbedaan ras. Kita itu sama tak ada yang membedakan, dimata hukum, dan negara kita semua adalah warganegara Republik Indonesia. Mereka yang memiliki kulit putih, hitam, kuning langsat, hidung mancung, hidung biasa saja, rambut kemerahan, atau hitam itu sama. Tak ada yang membedakan dimata hukum sama semua. Itulah tanggapan saya mengenai tugas softskill dengan topik “siapa yang menjadi warga negara Republik Indonesia”. Terima kasih, selamat membaca, saya menggunakan sumber dari : http://muhammadfathan.wordpress.com/2011/03/13/warganegara-dalam-pasal-26-uud-1945/

Rabu, 20 Maret 2013

Hak dan Kewajiban warga Negara sesuai pasal 30 tahun 1945

Hak dan Kewajiban warga Negara sesuai pasal 30 tahun 1945 • Pengertian Hak dan Kewajiban  Hak : sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaanya tergantung kepada kita.  Kewajiban : sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Itu pengertian hak dan kewajiba secara umum, yang dapat saya tulis didalam makalah ini. Dan kini saya ingin membahas mengenai hak dan kewajiban yang tertulis didalam pasal 30 UUD 1945. Dimana didalam UUD tersebut disebutkan mengenai hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang warga negara Republik Indonesia. Didalam UUD 1945 pasal 30 tertulis : (1) Tiap-tiao warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. (2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan Undang-undang. Saya memilih materi penulisan mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara sesuai dengan UUD 1945 pasal 30. Dikarenakan penulis merasa, akhir akhir ini, kebanyakan warga negara terlihat tidak bersemangat untuk menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang tertib hukum. Dengan tujuan diharapkan para pembaca makalah ini dapat mengerti betapa pentingnya menjadi warga negara yang tertib dan melakukan hak dan kewajiban sesuai dengan yang tertera didalam pasal 30 UUD 1945. Isi materi UUD 1945 Seperti yang sudah penulis jelaskan secara singkat mengenai pengertian hak dan kewajiban warga negara, maka pada bab ini akan di kupas secara tuntas mengenai hak dan kewajiban warga negara sesuai dengan UUD 1945 pasal 30. Berikut adalah isi UUD 1945 pasal 30 : (1) Tiap-tiao warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. (2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan Undang-undang. Didalam pasal satu dapat diambil atau ditarik pengertian sebagai berikut : (1) Tiap –tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara Maksudnya adalah bahwa bahwa usaha mempertahankan keamanan dan pertahanan Negara dilaksanakan oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan baik itu ,Tentara Nasional Indonesia, kepolisian Republik Indonesia dan masyarakat sipil. Dalam melaksanakan hak dan kewajiban dalam mempertahankan keamanan dan pertahanan negara, baik TNI, kepolisian ataupun warga sipil, harus disesuaikan dengan UU, jangan sampai tujuan dan niat baik yang ingin dijalankan menjadi salah paham diantara semua pihak. Kita terutama sebagai generasi muda wajib untuk melaksanakan hak dan kewajiban dalam mempertahankan keamanan dan pertahanan negara haruslah sesuai dengan UU dan dasar negara. Didalam menjalankan kewajiban kita pun harus memperhatikan norma norma yang berlaku. Karena masih banyak orang yang salah mengartikan kewajiban membela negara dengan menggunakan tindakan yang anarkis, kita sebagai warga negara harus menggunakan cara-cara atau tindakan yang sesuai dengan UU. Sebagai seorang mahasiswa untuk membela negara tidak harus selalu dilakukan dengan tindakan yang pro dan anarkis, namun kita bisa membela negara melalui bidang pendidikan dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa dasar hukum dan peraturan tentang wajib bela negara : 1. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. 2. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat. 3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988. 4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI. 5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. 6. Amandemen UUD ’45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3. 7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Untuk membela negara tidak harus selalu dalam wujud peperangan, tetapi dapat diwujudkan dengan cara lain, yaitu sebagai berikut : 1. Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling) 2. Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri 3. Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn 4. Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti Paskibra, PMR dan Pramuka. Sebagai warga Negara yang baik sudah sepantasnya kita ikut serta dalam kegiatan pembelaan negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ATHG ( Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) pada NKRI seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan Negara Republik Indonesia. Ancaman dan gangguan pertahanan dan keamanan negara ada beberapa jenis, dan diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Gerakan separatis pmisaha diri dengan tujuan mendirikan negara baru 2. Kejahatan dan gangguan yang terjadi pada lintas negara 3. Terorisme baik yang nasional ataupun Internasional 4. Pelanggaran tentang wilayah negara 5. Pengrusakan lingkungan yang dilakukan dengan tujuan untuk merusak stabilitas negara 6. Aksi kekerasan yang berbau Sara. Didalam pasal 2 ayat 30 UUD 1945 dikatakan : (2) Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan Undang-undang. Didalam ayat dua ini terkandung makna, bahwa untuk melakukan pembelaan terhadap negara tidak dapat dilakukan dengan sesuka hati dan cara pandang dari diri masing masing warga negara. Namun harus memikirkan dan menyamakan dengan tujuan dari negara ini. Dan untuk melakukan pembelaan syarat nya diatur didalam UUD pasal 30 ayat (2) 1945. Dimana menurut saya bahwa bisa kita ambil kesimpulan didalam melakukan pembelaan terhadap negara haruslah menggunakan syarat syarat yang sesuai dengan yang telah diatur, tujuannya adalah supaya apa yang kita lakukan menjadi hal yang benar dan positive untuk negara, bukan menjadi hal yang tidak baik bahkan negative oleh dunia internasional. A. Tujuan Pendidikan Nasional Untuk mengetahui tujuan pendidikan nasional kita harus mengetahui apa itu pendidikan nasional. Pendidikan nasional adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencerdaskan warga negara secara nasional melalui tingkat pendidikan. Pendidilam nasional merupakan pendidikan yang berdasarkan Pancasial dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional , serta tanggap terhadap tuntutan zaman. Untuk mewujudkan cita-cita ini diperlukan perjuangan seluruh lapisan masyarakat.  Tujuan pendidikan nasional Pendidikan merupakan pilar tegajnya bangsa, karena melalui pendidianlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Dalam UU no 20 tahun 2003, sistem pendidikan Nasional, pasal 3 disebutkan “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Visi Pendidikan Nasional Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya system pendidikan sebaga pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.  Misi Pendidikan Nasional Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang jika kita tilik kedalam dasar negara dan UUD 1945 itu sangat jelas didalam pembukaan. Selain mencerdaskan bangsa yaitu untuk mengupayakakn perluasan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat indonesia. B. Bela Negara dalam kontek kehidupan berbangsa dan bernegara Bela negara dalam kontek kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak jauh berbeda dengan apa yang saya jelaskan diatas. Inti dari bela negara adalah membela martabat dan harga diri negara bila ada pihak-pihak yang ingin membuat stabilitas negara kacau. Dalam kontek kehidupan berbangsa dan bernegara dalam melakukan bela negara, haruslah sesuai dengan cita-cita bangsa yang tertulis dengan jelas didalam dasar negara dan hukum kita. Untuk melakukan bela negara tak perlu menggunakan kekuatan fisik dan tindak anarkis, masih banyak cara lain yang dapat digunakan untuk melakukan bela negara. Sebagai seorang yang memiliki pendidikan lebih untuk membela negara dapat digunakan kemampuan akademik untuk menunjukan bahwa apa yang mereka pikirkan tentang negara kita adalah salah. C. Mengapa pendidikan kewarganegaraan diberikan di Perguruan Tinggi Mengapa perlu??? Menurut saya adalah karena yang akan memimpin negara ini dalam waktu dekat adalah kami para mahasiswa perguruan tinggi. Maka sangat perlu diberikan modal mengenai pendidikan kewarganegaraan, karena untuk menghindari dari sikap sikap yang tidak sesuai untuk dilakukan. Dan pendidikan kewarganegaraan menurut saya sangat penting untuk di berikan yaitu untuk membangun moral para mahasiswa yang sudah semakin menipis tentang rasa memiliki negara ini. Padahal dalam waktu dekat ini negara akan berada dipundak para mahasiswa. Jika mahasiswa tidak mengetahui mengenai pendidikan kewarganegaraan, lalu bagaimana mereka akan memimpin negara ini?? Itu pertanyaan yang cukup mengganggu didalam pikiran saya. Dan dibawah ini adalah hal yang semakin menguatkan bahwa pendidikan kewarganegaraan dibutuhkan untuk dihadirkan didalam mata perkuliahan, sebagai berikut ini : Perkembangan kurikulum dan materi Pendidikan Kewarganegaraan a. Pada awal penyelenggaraan pendidikan kewiraan sebagai cikal bakal darai PKn berdasarkan SK bersama Mendikbud dan Menhankam tahun 1973, merupakan realisasi pembelaan negara melalui jalur pengajaran khusus di PT, di dalam SK itu dipolakan penyelenggaraan Pendidikan Kewiraan dan Pendidikan Perwira Cadangan di PT. b. Berdasarkan UU No. 20 tahun 1982 tentang Pokok-pokok Penyelenggaraan Pertahanan dan Keamanan Negara ditentukan bahwa: 1) Pendidikan Kewiraan adalah PPBN tahap lanjutan pada tingkat PT, merupakan bagian tidak terpisahkan dari Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional 2) Wajib diikuti seluruh mahasiswa (setiap warga negara). c. Berdasarkan UU No. 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa: 1) Pendidikan Kewiraan bagi PT adalah bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan 2) Termasuk isi kurikulum pada setiap jenis, jalur, dan jenjang pendidikan d. SK Dirjen Dikti tahun 1993 menentukan bahwa Pendidikan Kewiraan termasuk dalam kurikulum MKDU bersama-sama dengan Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, ISD, IAD, dan IBD sifatnya wajib. e. Kep. Mendikbud tahun 1994, menentukan: 1) Pendidikan Kewarganegaraan merupakan MKU bersama-sama dengan Pendidikan Agama, dan Pendidikan Pancasila 2) Merupakan kurikulum nasional wajib diikuti seluruh mahasiswa f. Kep. Dirjen Dikti No. 19/Dikti/1997 menentukan antara lain: 1) Pendidikan Kewiraan termasuk dalam muatan PKn, merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kelompok MKU dalam susunan kurikulum inti 2) Pendidikan Kewiraan adalah mata kuliah wajib untuk ditempuh setiap mahasiswa pada PT g. Kep. Dirjen Dikti No. 151/Dikti/Kep/2000 tanggal 15 Mei 2000 tentang Penyempurnaan Kurikulum Inti MPK, menentukan: 1) Pendidikan Kewiraan termasuk dalam muatan PKn, merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kelompok MPK dalam susunan kurikulum inti PT di Indonesia 2) Pendidikan Kewiraan adalah mata kuliah wajib untuk ditempuh setiap mahasiswa pada PT untuk program diploma III, dan strata 1. h. Kep. Dirjen Dikti No. 267/Dikti/kep/2000 tanggal 10 Agustus, menentukan antara lain: 1) Mata Kuliah PKn serta PPBN merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari MPK 2) MPK termasuk dalam susunan kurikulum inti PT di Indonesia 3) Mata Kuliah PKn adalah MK wajib untuk diikuti oleh setiap mahasiswa pada PT untuk program Diploma/Politeknik, dan Program Sarjana. i. Kep. Mendiknas No. 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Belajar Mahasiswa menentukan antara lain: 1) Kurikulum inti Program sarjana dan Program diploma, terdiri atas: a) Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) b) Kelompok Mata kUliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) c) Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) d) Kelompok Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) e) Kelompok Mata Kuliah Kehidupan Bermasyarakat (MKB) 2) MPK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 3) Kurikulum inti merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional 4) MPK pada kurikulum inti yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi terdiri dari bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. 5) MPK untuk PT berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terdiri dari Pendidikan Bahasa, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan. D. Kopetensi yang diharapkan dari pendidikan kewarganegaraan Yang diharapkan sudah jelas dari pendidikan kewarganegaraan adalah agar semua pihak dari kalangan manapun, mengetahui pendidikan kewarganegaraan dan dapat mengimplementasikan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar tujuan individu didalam negara dapat mendorong pula kemajuan negara. E. Pendidikan kewiraan Pendidikan kewiraan adalah pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pola berpikir dan wawasan cakrawala pemikiran sebagai penerus bangsa indonesia. Serta memupuk kesadaran bela negara dan berpikir komprehensif integral (terpadu) baik dikalangan mahasiswa ataupun pelajar dalam rangka untuk ketahanan nasional.  Tujuannya agar lebih berpikir secara komprehensif harus didasari pada : 1. Cinta akan tanah air 2. Kesadaran berbangsa dan bernegara 3. Yakin akan ketangguhan pancasila yang selalu di uji oleh waktu 4. Rela berkorban demi bangsa dan negara Inti dari penulisan ini yang dapat saya sampaikan secara singkat adalah : Dimana setiap warga negara berhak dan berkewajiban untuk menjaga kedamaian dan ketertiban didalam negara Republik Indonesia. Dan melakukan pembelaan kepada Ibu Pertiwi ketika ada pihak pihak yang melakukan sesuatu yang mengancam kedudukan negara. Namun untuk melakukan pembelaan itu tidak selalu harus menggunakan tindak kekerasan, melainkan banyak cara yang dapat kita gunakan sebagai peluru, diantaranya adalah kecerdasan yang dapat kita gunakan di ajang ajang yang dapat memberi tahu mereka, pihak yang ingin melakukan kekacauan agar tidak memandang bangsa Indonesia dengan sudut pandang mereka sendiri. Pendidikan nasional dibutuhkan agar pembangunan negara dapat cepat berjalan ke arah maju dengan semakin banyaknya generasi muda yang memiliki pendidikan. Dengan atau tanpa disadari pendidikan itu merupakan cerminan keberhasilan yang sangat nyata. Dan ini akan membuat SDM yang siap bersaing baik didunia nasional atau internasional. Sebagai generasi muda dan penerus perjuangan bangsa sudah seharusnya kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan aturan agar tidak terjadi kesalah pahamanan dimasa mendatang. Untuk sumber informasi saya ucapkan terima kasih karena informasi dalam blog itu sangat berguna untuk penulisan ini. Sumber : http://catatankuliahinformatika.blogspot.com/2012/04/maksud-dan-tujuan-pendidikan-kewiraan.html http://muhammadfathan.wordpress.com/2011/03/13/hak-dan-kewajiban/

Jumat, 25 Januari 2013

aku Diantara Pangeran Berjas Hujan dan Kamu


Aku diantara Pangeran Berjas hujan dan Kamu
Hari itu sekitar pukul 16:00 aku sedang menunggu bus di sebuah halte bus, langit yang tadinya cerah tiba-tiba berubah menjadi muram, gelap dan angin yang berhembus begitu kencang, ku satukan kedua tangan untuk melawan dingin. Rasa takut mulai ku rasa, ketika kilatan cahaya dari petir seakan menyambar keatas sebuah bangunan tinggi yang berada tepat didepan halte bus tempatku menunggu bus, dengan spontan aku berteriak “ASTAGFIRULLAH” dan kututup mataku dengan kedua tanganku. Kemudian tak kudengar suara dentuman dari petir tersebut. Sedikit tapi pasti ku rentangkan jemari jemari ini dan mengintiplah aku dari balik tanganku. Tak ada hal yang terjadi dan kubuka tangan yang menutupi mata ini, karena disekitarku ramai, aku mencoba memeriksa keadaan sekitarku dan yang kutemui adalah tatapan kaget mereka yang disekitarku langsung menembakku dan tepat mengenai mata ini. “ADUH “ aku berseru dengan suara pelan, rasanya tuh, maluuu banget dan pengen langsung lari dari tempat itu tapi itu ga mungkin, mau lari gimana? Kilat cahaya aja dah buat aku ga berani ngelangkah dari halte itu.
15 menit berlalu dan langit tetap gelap. Ku lihat sekitar dan semakin banyak orang yang berkunjung ke halte tersebut untuk meneduh dari terpaan hujan yang mulai  turun dengan pasti.
“kriukkkkk kriukkk” perutku mulai bernyanyi dan mengeluarkan irama, ku buka tas kecilku dan kuperiksa mungkin ada sedikit cemilan atau sekedar permen untuk mengganjal rasa laparku.
But nihil.. ga ada satupun benda didalam tas yang bisa ku makan. Miris lah rasanya, kulihat lagi jam tangan berharap bisa mengalihkan rasa lapar yang semakin membuatku mengikatkan kedua tangan diperut sambil sedikit membungkuk. Jam menunjukkan waktu 16:40 dan bus yang dari tadi ku tunggu pun tak ada tanda tandanya, rasa resah dan gelisah seperti saat menunggu seseorang mulai menghantui pikiran ini, yang aku pikir “ mungkin bus yang ingin ku naiki terjebak macet dan sulit untuk menuju halte tempatku sekarang ini dan apa kabarnya aku jika hal itu terjadi” pikiran yang keluar saat seperti ini semakin membuatku panik dan tak bisa duduk dengan tenang.
“Tuhan aku mohon semoga hal yang aku khawatirkan tidak terjadi, tapi jika terjadi aku mohon semoga ada orang yang aku kenal, amien” kututup do’aku dengan membasuh kedua tangan kemuka. Tiba tiba ada orang yang menggunakan jas hujan dan helm yang menutupi muka orang tersebut berhenti dan mematikan motor serta berjalan kearahku. Aku tak ingin kepede-an ”mungkin dia pacar mba mba sebelahku, beruuntungnya mba ini.. atau mungkin dia juga mau meneduh” pikirku. Tapi kenapa sepertinya aku mengenal gaya berjalan orang itu. Tapi karena ga mau kege’er-an aku mengalihkan pandanganku kesebelah kananku, dan saat itu pula ada suara yang memanggil namaku ”asya???” . seketika aku tersentak dan mengarahkan pandangan sambil mencari dari mana asal suara tersebut. Dan ternyata ku dapatkan sumber suara tersebut dari seseorang yang tinggi besar dan menggunakan  jas hujan yang dari tadi aku lihat. “si... siapa ya?? Anda mengenal saya?”  dengan gugup aku bertanya. Dan kemudian dengan perlahan orang tersebut membuka kaca helm. Dan ternyata yang menyapaku adalah......
Rasanya pengen teriak sambil lari lari disekitar halte , tapi itu ga mungkin terjadi, malu cukup sekali ga dua kali ditempat yang sama pula lagi. Ternyata dia itu orang yang dari dulu aku tunggu suaranya menyebutkan namaku. Dia adalah teman SMA ku yang cukup memiliki arti didalam hati, tanpa pernah sekalipun aku mendengar namaku disebutnya, tiga tahun bersama didalam satu kelas dan dengan disadari oleh ku, aku menyukai pribadi dia dan cara dia menyelesaikan persoalan matematika, yang menurutku itu hal yang paling sulit.
“REVANNN???” dengan kaget aku langsung menyebut namanya, dengan cepat aliran darahku mengalir kearah jantung dan jantungku langsung memompa darah kesekitar tubuhku, rasanya dapat kudengar suara pompa jantungku. Tertegun aku terus menatap orang dihadapku itu dengan mimik tak percaaya, hampir 5 tahun aku tak melihatnya setelah kami lulus dari SMA, dan tak pernah kudengar kabarnya, dia seakan menghilang ditelan bumi dan tak tahu dimuntahkan kemana.
Lambaian tangan didepan muka menghancurkan lamunan ku. “heiii... asya?? Kamu baik-baik ajakan??” revan mencoba menyadarkanku dari kebingunganku. Suara itu yang aku tunggu ketika aku tiga tahun bersama didalam kelas dengan revan, revan seakan bisu jika aku bertanya atau ketika dia didekatku, tapi ketika dengan yang lain dia biasa saja, kenapa dia seperti itu kepadaku?, aku mau bertanya pun pasti tak dijawabnya, tapi itu hanya pikirku sendiri tanpa aku berusaha untuk bertanya lagi padanya waktu kami masih satu kelas dahulu. “iyaaa, aku ga kenapa kenapa ko, Cuma....”  tak kulanjutkan kata kataku, dan revan berkata “Cuma apaa???”. Lagi lagi aku dibuatnya tuing tuing ga jelas saat mendengar suaranya.
ehh emang tadi aku ngomong apa ya” pura pura mengalihkan percakapan, aku takut dia membaca gelagat anehku lagi. Perbincangan bertemu kawan lama dan yang aku sukai membuatku lupa terhadap rasa laparku. Ternyata tuhan mengabulkan do’aku begitu cepat. Senyum tersungging terus dimuka ini dan salah tingkah terus terjadi pada diriku. Setelah banyak hal yang kami bincangkan di halte tersebut ternyata hujan sudah reda dan revan mengajakku pergi untuk mencari tempat makan, supaya lebih nyaman lagi berbincangnya setelah sekian tahun tak bertemu. Aku diajakknya menaiki motornya yang lumayan tinggi, karena terlalu tingginya aku sampai harus naik sambil sedikit meloncat dan kesusahan, tapi revan membantuku dia mengulurkan tangannya untuk membantu ku naik keatas motornya tersebut. Rasanya itu kaya dapet uang undian dan mobil mewah yang buat aku tu terbang keatas awan, sayangnya suara kendaraan lain yang mengklakson dari belakang, langsung menjatuhkanku dari atas awan hayalanku dan aku langsung tersadar. Saat gas dinyalahkan motor tersebut langsung melaju begitu cepat dan aku bingung sendiri aku mau pegangan kemana?? Kalo aku pegangan ke perutnya ga enak gimana gitu, nah kalo aku pegangan ke besi yang ada dibawah jok itu lebih memalukan dilihat oleh orang, kesannya kaya ga pernah naik motor aja.
Tapi ternyata tempat makan yang dipilih revan tak begitu jauh dari halte , jadi aku ga harus bingung lagi deh untuk pegangan dimotor harus kemana. Sampailah ditempat makan, dan perut langsung menyambut dengan sorak sorai kembali, seperti pucuk dicinta ulampun tiba . aku langsung memesan makanan dan minuman hangat, untuk menghilangkan rasa dingin dan me-rileks-an pikiran karena shock terapi yang diberikan suaranya revan. Setelah tidak bertemu selama hampir 5 tahun setelah lulus SMA, banyak sekali yang berubah dari diri revan, dari cara dia berpakaian dan menata rambut, kalo dulu waktu SMA revan selalu menyisakan sedikit poni didepan dahinya, kalo sekarang dipotong pendek dan lebih rapih, tapi yang paling drastis adalah dia mau menyapa dan memanggil namaku serta menyapaku terlebih dahulu juga masih mengenaliku. Aku pun akhirnya bertanya “revan, aku mau tanya, waktu SMA dulu, kenapa si kamu ga pernah sekali aja bicara sama aku?? Apaa aku pernah berbuat salah???” setelah ku lontarkan pertanyaan itu, revan tidak langsung menjawab malah mencari sesuatu didalam tasnya dan itu cukup menggangu ku, “ini kamu lihat aja” revan menyerahkan sebuah buku kecil yang sudah sangat usang dan lecek, karena seperti sering dibawa dan dibaca, buku itu kecil seperti buku catatan biasa, berwarna hitam sampulnya dan ada huruf “A” . saat ku membukanya ada tanggal 15 oktober 1999 dan ada kata kata ini hari pertamaku masuk kesekolah SMA dan mungkin aku ga akan pindah pindah lagi....dan seterusnya aku membaca dengan seksama dan hingga aku menemukan tulisan gadis itu duduk tepat dihadapku dengan rambut dikuncir seperti kuda, dan memiliki suara yang selalu keluar saat melontarkan pertanyaan suara itu sedikit menggangu peredaran darahku, tapi aku tak tahu kenapa seperti itu, nama gadis itu adalah “Asya” saat menemukan namaku, mata ini terperanjat dan pikiran ini semakin ingin membaca hingga halaman akhir, lembar demi lembar aku baca dengan teliti hingga aku tak menghiraukan lagi aroma masakan diatas meja dihadapku, hingga pada lembar yang kesekian aku menemukan kata kata sungguh aku ingin menyapanya, tapi jantung ini seakan ingin melonjak keluar dan itu membuatku terdiam dan tak memiliki suara ketika dia didekatku atau bertanya kepadaku, Asya berbeda dengan yang pernah ku kenal yang lainnya, dia begitu ceria disetiap harinya, aku ingin tak sekelas lagi dengannya, tapi jiika hal itu terjadi aku tak bisa melihatnya setiap hari didepanku dong, mungkin perasaan ini adalah .... ah tapi ga mungkin sepertinya setelah hampir satu tahun aku tak pernah sedikitpun berinteraksi dengannya dan sepertinya dia juga marah kepadaku...
Tulisan demi tulisan kubaca dan aku mengambil kesimpulan bahwa ada miss comunication yang tak bisa dijelaskan baik olehku atau revan. Pada bagian halaman terakhir tertulis dia adalah A yang selalu aku ingin sapa tapi tak bisa kusapa karena alasan yang aku sendiri tak tahu. Setelah selesai kubaca halaman terakhir itu , aku langsung menatap revan dan sedikit bingung apa arti dari buku ini dan kenapa tertulis “A” mungkinkah itu inisial namaku?? Tapi sepertinya tidak mungkin, karena yang aku tahu sewaktu SMA dahulu revan dekat sekali dengan salah seorang siswa yang mendapat predikat terfavorite dan aku mengambil kesimpulan sendiri bahwa revan memiliki hubungan khusus dengan siswa itu. Saat aku melihat revan dahulu bersama dengan siswi itu , aku tak tahu kenapa aku merasa sesak dan marah. Ketika aku marah kepada revan tanpa aku tahu alasannya aku sengaja mengganggu revan dengan segudang pertanyaan, karena aku tahu ketika aku bertanya, revan tak akan mau menjawabku dan akan memukul meja dan itu membuatku senang karena telah mengganggunya yang telah membuat ku sesak setelah melihat dia dan siswi tersebut.
heiii, kenapa lagi?? Ko bengong lagi? Ada yang salah sama aku??” suara itu lagi lagi menghancurkan lamunan panjangku, dan tiba tiba rasa lapar yang tadi tertunda muncul lagi, dan kali ini aku sungguh tak tahan dengan rasa laparku, ku alihkanlah perbincangan itu dengan menyuruh revan untuk makan dahulu.
Aku mulai menyantap makanan yang aku pesan tadi. Tiba tiba HP ku berdering ringan dan terlihat tanda itu sms, aku membuka HP ku dan melihat message yang berasal dari atasanku, dia adalah Mas Rama. “Asya... gmna?? Kamu kehujanan gak?? Posisi kamu dimana??? Gimana klo kita pulang bareng???” membaca sms dari Mas Rama aku langsung tersedak dan Revan langsung berpindah posisi duduk kesampingku sambil membantuku dengan menepuk ringan pundakku, ada apa Asya??? apa ada hal yang terjadi??? . Revan terus berusaha  membantuku untuk mengobati tersedakku.
Akk....akku aku ga apa apa Revan, makasih ya bantuannya.. dengan terbata bata aku menjawab pertanyaan dari Revan. Tak berapa lama terdengar kembali deringan HandPhone disekitar kami, tapi kali ini bukan berasal dari HP ku, melainkan dari HP Revan, Revan kembali kedalam posisinya semula. Dan langsung mengambil HP nya yang berada didalam Tas pundak yang diletakkan diatas bangku, hallo... Re, ada apa?? Oh yang itu, iya udah ,kamu sendiri gimana? Oh,aku.. aku lagi makan nih, iya nanti aku kesitu..
Mendengar percakapan Revan dengan orang disana membuat aku bingung, apa itu pacar Revan yang menelpon?? Atau siapa? 5 tahun tak bertemu pasti dia sudah memiliki tambatannya.. aku berbincang dengan hatiku sendiri. Aku mencuri tatapan kepada Revan, dan ketika Revan sadar aku sedang menatapnya, diapun langsung menoleh kearahku. Aku malu dan langsung tersentak serta menoleh kearah yang lain, tiba tiba Revan memotong tatapan ku dengan berkata tadi  itu Rere teman sekantor aku yang kebetulan dia itu rumahnya satu komplek denganku dan dia sedang meminta bantuannku untuk menyelesaikan tugasnya. Tanpa aku harus bertanya kepadanya dia memberitahuku. Aku tak mengerti sebenarnya kenapa dia memberitahuku.
Saat aku mau bertanya kepadanya tiba tiba aku melihat sesosok laki laki yang aku kenali berjalan dari arah belakang Revan dan mengarah ke meja kami, dia itu atasanku yang tadi meng-sms ku, saat aku melihatnya dia melambaikan tangan kearahku dengan ekspresi terkejut dan terlihat senyum yang begitu tulus, saat itupun aku dengan refleks tersenyum balik dan melambai balik, Revan langsung membalikkan badannya dan melihat kearah Mas Rama. Heii aku pikir tadi siapa, ternyata kamu disini, ko bisa ya... kita ketemu ga sengaja gini? Aku pikir kamu udah pulang Sya..  Mas Rama dengan ramah dan pertanyaan yang bukan basa basi serta terlihat sekali memperhatikanku selama ini membuat hati ku bertanya kembali, siapa ?? dia yang 5 tahun aku tunggu. Atau dia yang baru 1 tahun aku kenal. Eh mas Rama, iya aku sendiri juga bingung. Belum mas , aku tadi ketemu temen SMA, oh iya kenalin Mas Rama ini Revan, Revan ini Mas Rama dia atasanku dikantor. Mas mau kemana?? gimana kalo makan dulu disini saama kami??? Akhirnya Mas Rama pun memutuskan untuk makan dahulu bersama kami. Perbincangan kembali menghangat dikala dingin hujan yang terus membekukan hati dan suasana yang aku rasa.
Kami berbincang cukup banyak dan ternyata Mas Rama dan Revan cepat sekali  akrab. Tak terasa makanan kami telah selesai kami santap , karena waktu yang sudah malam kami memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, saat aku hendak berdiri Mas Rama memegang tanganku dan berkata, Sya, kita pulang bareng yah, nanti kamu sakit kalo kamu kehujanan. Saat itu aku bingung, harus pulang dengan siapa ? Revan kah yang tadi mengajakku pertama kali, atau Mas Rama?? Aku melihat kearah Revan dengan mata berharap bantu aku, belum sempat aku menjawab mas Rama berkata kembali Ibu sakit Sya, dan ingin bertemu kamu, Laras juga katanya kangen sama Mba Asya, mau kan kamu temuin ibu, siapa tahu ibu bisa membaik keadaannya. Saat aku hendak menjawab terdengar suara dari Revan aku ga papa ko Sya, Ibunya Mas Rama kan lagi sakit, kapan kapan aja ya kita pulang barengnya. Kamu ga usah ga enak sama aku, akku ga papa.
Mereka berdua membuatku menjadi berada diantara kebimbangan. Dari gelagat mereka aku tahu mereka sama sama memiliki rasa kepadaku, ini bukan kepedean tapi fakta, Revan dengan buku inisial A, dan Mas Rama dengan perhatiannya serta cara dia mengenalkanku kepada keluarganya.
Kamipun berpisah, saat kami saling membelakangi aku menoleh dan melihat Revan, saat itu aku hancur karena aku memilih untuk bersama sama dengan Mas Rama, sedang Revan aku tinggal sendiri. Tak kusadari air mata menetes dipipiku dan mas Rama sadar akan itu, dia berhenti melangkah dan akupun sama, Mas Rama  menghapus air mataku dengan halus dan berkata kamu kenapa Sya? Ga enak badan?? Kenapa nangis?? Aku tak dapat menjawab yang sebenarnya dan aku hanya menjawab, aku tak apa apa, mungkin karena aku menguap jadi aku meneteskan air mata. Itu alibiku untuk menutupi apa yang sebenarnya aku rasa.
Tak terasa aku dan mas Rama sampai dirumah mas Rama, dan langsung disambut dengan larinya seorang gadis kecil yang memanggil Mba Asya, sambil melambaikan tangan kepadaku. Gadis kecil itu adalah adik perempuan Mas Rama yang berusia 12 tahun, karena Mas Rama hanya memiliki satu adik dan tak memiliki kakak, maka Mas Rama dan Laras begitu dekat. Kami bertiga pun masuk kedalam rumah dan Mas Rama serta Laras langsung mengantarku kearah kamar Ibu mas Rama, aku melihat seorang wanita yang seumuran dengan ibuku dirumah sedang terbaring lemas dikamar dengan menggunakan baju hangat.
Aku langsung menghampiri ibu Mas Rama dan memberikan hormat dengan bersaliman dan mencium pipinya, Mas Rama pun sama denganku dan langsung berpamitan untuk menuju kekamarnya dan karena ingin ganti pakaian. Ibu Mba Asya dateng juga ya, udah lama banget ya bu, Mba ga main kesini dengan ceria Laras berkata kepada Ibunya. Ibu Mas Rama tersenyum dan memegang tangan ku serta menyuruhku untuk duduk disampingnya, dia menggenggam tanganku dengan hangat dan berkata lirih ibu punya satu permintaan kepada nak Asya, Ibu mohon nak Asya untuk menerima Rama sebagai suamimu, Ibu sangat bahagia tadi saat kalian beriringan masuk kekamar ibu, ibu melihat Rama begitu bahagia membawa mu kepada ibu.
Saat mendengar permintaan Ibu Mas Rama jantungku terasa berhenti berdetak dan napasku seakan terhenti aku sangat terkejut mendengar hal itu, aku bingung apa yang harus aku jawab, aku hanya tersenyum dan menatap kearah Ibu Mas Rama, dengan tatapan yang masih bingung, serta terkejut.
Setelah begitu banyak yang aku bicarakan dengan keluarga Mas Rama terutama Ibu mas Rama, akupun berpamitan pulang karena memang sudah malam, karena saat itu ayah mas Rama sedang diluar kota jadi aku tak bertemu dengan beliau, dan saat aku akan pulang ibu memelukku dengan erat sambil berbisik jadilah anak Ibu dengan erat dan halus pelukan itu aku akhiri dengan ciuman lembut dipipi ibu. Laras yang saat itu telah tertidur disamping ibu, ku usap rambutnya dan kulihat senyum diwajah laras, membuatku merasa menemukan keluarga keduaku.
Aku dan mas Rama keluar dari rumah itu, dan saat ini penampilan Mas Rama berbeda, dia lebih santai dengan menggunakan kaos berwarna putih dan jaket berwarna coklat, saat kami sedang berjalan dia menggandeng tanganku dan berhenti tepat didepan mobil mas Rama, dia menatapku dan itu sangat mengganggu pikiranku yang sedang bimbang, dia mendekatkan wajah dan berkata terima kasih sudah mau berbincang dengan ibu dan sambil melepaskan jaketnya dan mengenakannya kepadaku, kamu pasti lelah hari ini mas Rama berkata seperti itu sambil mengenakan jaket itu kepadaku, saat itu jantungku kembali berdegup kencang, aku sangat bingung dengan apa yang kurasa, terlebih karena jarak yang begitu dekat antara mas Rama dan aku, itu membuatku salah tingkah dan serba salah dalam situasi ini, tiba tiba HP ku berdering dan itu membuat mas Rama tersentak dan akupun sama serta membuat kami kembali ke posisi yang seharusnya, aku mengangkat telpon yang ternyata dari ibu dirumah kamu dimana nak? Ko belum pulang?? Aku langsung menjawab maaf ibu aku , sedang berada dirumah mas Rama, Ibu mas Rama sakit jadi aku menjenguk tapi ini sudah mau pulang. Saat menjawab telepon dari ibu aku sambil melihat kearah mas Rama, dan mas rama memberi isyarat kalau dia ingin berbicara dengan ibuku, akupun langsung memberikan telepon itu kepada mas rama. Hallo, ibu... ini saya Rama, maaf ibu saya tadi sudah berusaha menelpon kerumah ibu tapi tidak diangkat, tadi saya mau minta izin untuk membawa Asya kerumah. Ibu pun menjawab oh iya maaf nak Rama tadi ibu sedang sibuk sedikit, iya ga apa apa ibu percaya sama nak rama, dan semoga ibu cepat sembuh ya nak rama, maaf ibu belum kesana, soalnya Assya ga cerita si.. rama menjawab kembali iya ibu, soalnya saya juga baru memberi tahu Asya tadi sore, baik kalau begitu saya antar Asya sekarang juga ya ibu, terima kasih asalamualaikum. Percakapan antara ibu dan Mas rama pun selesai, dan mas rama langsung membukakan pintu depan dan mempersilahkan aku untuk masuk kedalam mobil.
Kamipun langsung menuju kearah rumahku. Dan kebisuan kembali terjadi didalam mobil, tapi mas Rama menghangatkan suasana dengan memutarkan lagu jazz kesukaanku yang berjudul LUCKY by jason mraz. Saat mendengar lagu itu aku semakin terperangkap didalam kebimbangan batinku yang terus bergelut harus mana yang aku pilih.
Karena masih terasa kebisuan, mas Rama memulai percakapan dengan berkata kamu kenapa? Ko setelah bertemu ibu, aku lihat kamu jadi diam dari tadi? Apa ibu salah bicara sama kamu??  Aku yang masih terperangkap didalam pikiranku sendiri tak menjawab pertanyaan mas Rama, Sya, kamu kenapa???  Hingga mas Rama berkata kedua kalinya aku baru tersadar dan langsung berkata ya kenapa mas??? Tertebak sekali dari tadi aku duduk dimobil bersama mas Rama, tapi pikiranku entah melayang kemana. Aku melihat kearah mas Rama dan teringat pesan Ibu mas Rama. Mas rama begitu hangat dan perhatian kepadaku serta sangat baik dan menerima keluargaku dengan sederhana. Dan itu jujur telah mencuri hatiku, tapi itu sebelum hari ini, sebelum aku bertemu dengan Revan yang aku tunggu selama 5 tahun. Ibu dirumah juga terlihat sekali sangat ingin aku bersama mas Rama, begitu juga ibunya Mas Rama.
Kamu lagi banyak pikiran ya??? Ucapan mas rama lagi lagi membuatku tersadar dan mengembalikan pikiranku kedalam diriku yang ada dimobil. Tadi aku mendengar percakapan kamu sama ibu, tentang permintaan ibu agar kamu menjadi istri aku, maaf Asya jika itu jadi membuat mu tak nyaman, ibu sangat senang sama kamu, makanya ibu berbicara seperti itu. Aku terkaget mendengar kalau mas Rama sebenarnya telah mengetahui percakapanku denga Ibunya.
Sebenarnya, memang itu mas yang dari tadi mengganggu pikiranku aku bingung, aku.... aku.. tiba tiba Hpku berdering dan kulihat itu panggilan dari Revan, aku menarik napas panjang dan mengangkatnya asalamualaikum, hallo Revan, kenapa??? Belum ,aku belum sampe sekarang lagi dimobil sama mas Rama, mungkin setengah jam lagi aku sampe, kamu gimana udah nyampe?? Iya tenang kan aku sama mas Rama, oke kalo gitu asalamualaikum, ku akhiri percakapan itu karena aku ingin menjaga perasaan Mas Rama, karena aku tahu bagaimana perasaannya saat ini.
Untuk mengembalikan suasana aku berusaha berbincang tentang hal yang lain dengan Mas Rama, tentang lagu, tentang pekerjaan dikantor dan semua hal. Akhirnya suasana kembali kedalam yang seharusnya. Dan tak terasa sudah didepan gang rumahku, kami pun turun dari mobil dan mas Rama terus menggandeng tanganku dengan erat, aku bingung harus kulepaskan atau kubiarkan, aku tak ingin memberi harapan kosong kepadanya, aku tak ingin melukai mas Rama dan keluarganya yang tulus kepadaku.
Saat sampai didepan rumah ibu sedang duduk bersama ayah diruang tamu, dan mendengar salamku, ibu langsung membukakan pintu untuk kami, dan mempersilahkan mas rama untuk turut ikut masuk kerumah, ayah yang sedang dudukpun langsung menyambut hangat mas Rama, kedua orang tuaku memang sudah begitu mengenal mas Rama, karena memang sangat terlihat mereka begitu menyatu dan mas Rama bisa masuk kedalam keluargaku dengan sangat mudah.saat sedang bersama ayah, mas Rama sering bertukar pikiran dengan ayah tentang pekerjaan, ibu pun langsung sibuk mengeluarkan teh hangat untuk mas Rama, sedang aku hanya terduduk didepan mas Rama, dengan memperhatikan suasana yang sangat hangat diruang tamu saat malam yang dingin karena rintik hujan diluar.
Setelah berbincang cukup lama kami berempat diruang tamu itu, Mas rama merasa sudah sangat malam dan memohon untuk izin pulang. Akupun disuruh ibu untuk mengantarkan mas rama sampai didepan rumah, saat aku dan mas Rama keluar dari rumah, ibu dan ayah melambaikan tangan dan langsung masuk kedalam rumah, aku berdiri dan berusaha membuka jaket mas rama, karena terlalu dingin diluar sedang mas rama hanya menggunakan kaos bertangan pendek, saat aku sedang sulit membuka jaket itu mas rama membantuku membuka jaketnya, sambil berbisik terima kasih. Mas rama berbalik kearah mobil dan berlalu, aku masih diam dan menatap mobil itu dengan tatapan gelisah karena apa yang aku rasa. Aku juga berbalik dan kembali kerumah, saat memasuki ruang tamu, ibu dan ayah berkata kamu serasi nak sama nak Rama, bagaimana hubungan kalian sejauh ini, kami si berharap hubungan kalian semakin pasti. Mendengar hal itu aku hanya tersenyum dengan tenang dan mengisyaratkan semuanya dalam keadaan terkendali dan sesuai dengan apa yang mereka harapkan, dan aku langsung meminta izin untuk kekamar karena sudah begitu lelah dengan semua kegiatan dikantor dan pemikiranku tentang semua yang aku alami hari ini, sungguh sangat menguras tenagaku.
Aku berdo’a kepada tuhan untuk membantuku memilih diantara mereka berdua, dan menguatkan pilihanku.
Setelah kejadian malam itu sekarang sudah hampir sebulan aku tak bertemu dengan mas Rama, karena dia ditugaskan keluar negri untuk waktu yang belum ditentukan. Mas rama pun tak pernah memberi kabar kepadaku, aku sendiri bingung kenapa setelah malam itu tak pernah satu SMS pun yang berasal darinya, dan tak ada dering telepon darinya. Sedang pertemuaku dengan Revan semakin intens dan kami banyak berbincang serta pergi bersama, hampir jika ada waktu senggang kami pergi dan Revan pun sering main kerumah sehingga ibu dan ayah juga sudah mulai dekat dengan Revan. Aku tak lagi bingung mana yang harus aku pilih. Mungkin ini jawaban dari tuhan atas pertanyaanku waktu itu.
Tapi suatu ketika ibu dan ayah mulai merasa ada yang tak beres dengan aku dan Mas Rama dan Ibu mas Rama pun sempat menghubungi rumah bertanya tentang kabar kami sekeluarga sedang mas Rama yang biasanya intens menelpon tak pernah lagi ada kabarnya. Dari kabar yang didengar ibu dari ibunya mas Rama, yang mengatakan kalau mas Rama sedang ditugaskan keluar negri ibu tak lagi bertanya kepadaku tentang kabar mas Rama. Dan hubunganku dengan Revan yang semakin intens dan semakin membuatku begitu bahagia dengan keadaan ini, dan sampai pada puncak bahagiaku aku mendengar kabar kalau Revan harus dirawat dirumah sakit, saat itu perasaanku remuk karena aku mendengar dia kritis padahal saat kami bersama dia tak pernah memberikan tanda tanda sedang tak sehat. Aku pun tahu kabar ini dari ibunya yang tiba tiba menelponku, saat aku sedang menunggunya ditaman  untuk jalan bersama.
Saat mengangkat telpon dari ibu revan aku sangat terkejut dan tak bisa berkata apa apa, aku langsung lari dan mencari taksi untuk mengantarku kerumah sakit yang diberi tahu oleh ibu revan, sesampainya dirumah sakit aku dengan terus mengusah air mataku terus berlari kecil menuju kamar yang juga diberi tahu ibu revan, saat aku sedang berada di lift lantai satu, aku yang sedang menuju lantai 4, lift itu terbuka dilantai 2 dan sangat terkejutnya aku saat aku lihat Mas Rama didepan pintu lift dan masuk kedalam lift dan mas Rama pun terkejut melihatku.
Kamu mau kekamar revan?? Aku tak dapat menjawab karena masih sangat kaget dengan kabar dari ibu revan dan saat melihat mas Rama yang ada dihadapku sekarang. Kebetulan saat itu lift sedang sepi dan kami hanya berdua, aku bertanya, tuhan kenapa saat ini aku dipertemukan lagi, dan kenapa ditempat ini dan situasi ini.
Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan mas Rama. ternyata hari itu adalah hari kembalinya mas Rama ke Indonesia setelah kurang lebih satu setengah bulan berada di singapore dan tepat saat hendak kerumah dia mendapat sms dari Revan untuk menuju kerumah sakit dan kamar bougenvil 45F, dan itu sama dengan tempat itu sama dengan kamar Revan, aku semakin bingung sebenarnya ada apa ini. Sepertinya keadaan memang sudah diatur seperti ini dan semua terjadi begitu saja tanpa tertebak sedikitpun.
Pintu lift terbuka dan kami sampai di lantai 4, saat itu kami langsung menuju kamar bougenvile 45F dan kami melihat Revan, revan terbaring dikasur pasien dan kedua orang tuanya berada tepat disampingnya, dan aku melihat ibunya terus saja meneteskan air mata walau tetap berusaha tegar, aku melihat revan menggunakan alat bantu pernapasan dan sangat pucat.
Aku berlari dan langsung memeluk tubuh revan yang sudah sangat lemah, aku menangis dan mencengakram tubuh revan dengan sekuatku, aku berusaha bertanya tapi perasaanku bercampur aduk dan lagi lagi hancur melihat dia revan orang yang selama ini bersamaku dan tertawa bersama ternyata sedang sakit dan aku dengan bodoh tak mengetahui itu sama sekali, revan berbalik memelukku dan berkata it’s gonna be alright Asya, i’m Fine, please don’t cry sambil mengusap air mata dari pipiku, dan aku langsung melepaskan pelukanku pada revan, revan yang melihat mas Rama dibelakangku, memanggilnya untuk mendekat dan berkata thanks bro, lu udah kasih waktu ke gue buat gunain waktu terakhir yang gue punya sama Asya, thanks banget, mendengar itu aku bingung sebenarnya ada apa ini. Aku tak berani bertanya karena aku tak sanggup bertanya ketika melihat keadaan revan saat itu.
Ibu revan merangkulku dan berbisik, maafkan ibu, yang tak memberitahumu keadaan revan yang sesungguhnya, ibu hanya menuruti permintaan revan, karena dia tak ingin waktu sedikit yang dia miliki bersama kamu harus terganggu dengan penyakit yang dia miliki, dia ingin mengganti masa 5 tahun yang hilang bersama mu, maafkan ibu, revan terkena penyakit kanker otak dan dia tahu tak ada obat yang bisa menyembuhkannya dan kami juga sudah bisa menerima itu, karena revan selalu menguatkan kami, dia selalu berkata ini karunia tuhan, karena saat dia mendapat penyakit ini, itu adalah saat dia bertemu dengan kamu. Dan saat dokternya yang menelpon saat kalian sedang makan malam bersama saat itu dokter mengabarkan ingin bertemu denga revan dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuk sesosok dokter muda perempuan dan saat dokter itu masuk bersama suster aku mendengar ayah revan di belakang berkata revan dokter rere dateng ingin mengecek keadaan kamu. Saat mendengar nama itu aku ingat Rere?? Itukan nama perempuan yang sore itu menelpon dan revan berkata itu teman sekantornya yang ingin minta dibantu tugasnya ,Aku berkata didalam hatiku sendiri .
Revan memperkenalkan aku dengan dokter Rere, dan saat kami berkenalan dokter rere memperlihatkan ekspresi tersenyum tipis dan berbisik revan sangat mencintaimu Asya, dia tak ingin kamu sedih jadi jangan sedih dihadapan dia, saya mohon. Mendengar bisikan itu aku terdiam dan langsung mengusap air mataku. Aku melihat diruangan ini semua keluarga revan telah berkumpul dan suasan sedih dan haru begitu terasa, revan memegang tanganku dan meletakkannya tepat di dada kirinya, aku bisa merasakan detak jantungnya yang lemah dan aku meraskan dingin tangannya ditanganku, dia pun meminta maaf kepada kedua orang tuanya dan memeluk mereka berdua. Aku melihat dan meneteskan air mata, saat mereka selesai berpelukan , aku dan mas Rama dipanggilnya untuk mendekat, tangan revan memegang tangan Mas Rama dan juga tanganku, kami yang berada disampingnya terdiam. Saat itu revan sambil memegang tanganku dan menatapku berkata:
 Asya, sejujurnya saat SMA aku sudah menyukaimu, hanya saja aku tak dapat menyampaikan apa yang aku rasa, dan selama 5 tahun aku mencari kabar tentangmu, dan tanpa kamu tahu aku sudah menemukanmu 1 tahun yang lalu, dan saat aku bertemu dengan mu, itu bukan sebuah kebetulan aku memang sudang memperhatikanmu lama sebelum hari itu, aku tak berani menyapa walau aku tahu itu kau, tapi entah kenapa saat sore itu aku ingin berbicara denganmu, kerinduanku selama 5 tahun tak dapat aku tahan lagi, dan aku tak ingin membuang waktu lagi, aku sudah mengidap penyakit ini dari saat aku SMA kelas 2, tapi saat itu aku masih didiagnosa, dan saat aku bertemu denganmu sore itu, itu adalah hari dimana aku memang sudah positive terkena kanker otak dan sudah memasuki fase yang parah, aku sengaja tak memberitahumu karena aku tak ingin waktu yang sedikit ini jadi hilang begitu saja, untuk Rama, kenapa dia tak menghubungimu, itu karena aku meminta waktu untuk bersamamu sehingga dia mau menerima saat ditugaskan ke singapore sebulan lalu,sebenarnya kantor ku dan kantor rama itu satu merger dan saat itu sebenarnya aku yang ditugaskan tapi aku tahu ada 2 nama yang menjadi kandidat dan ternyata itu rama dan aku memberitahu keadaanku yang sebenarnya kepadanya dan meminta dia untuk memberiku waktu bersamamu sehingga dia mau ditugaskan disana dan bukan dia tak ingin mengetahui apa kabarmu, rama selalu tahu kabarmu dariku Sya, hampir setiap saat dia bertanya tentangmu, dan sebenarnya kami sudah saling mengenal sebelum kamu memperkenalkanku dengannya, itu semua permintaanku dan  jangan kau salah paham dengannya. Maafkan aku yang tak bisa menepati janji pergi bersamamu ketaman mawar yang aku janjikan hari ini. Aku mohon terima lah Rama, aku sudah mendengar tentang permintaan ibunda rama kepadamu malam itu. Aku mohon itu sebagai satu satunya permintaanku kepadamu, dan aku mohon laksanakan itu besok.
Sungguh mendengar itu semua aku tak bisa berpikir waras lagi, apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa aku satu satunya orang yang tak tahu diantara kami bertiga. Padahal aku bertemu dengan mereka hampir tiap hari, tapi aku bisa tak mengetahuinya.
Tapi aku tak ingin egois aku tahu pasti ada alasan yang kuat kenapa mas Rama dan revan tak berterus terang denganku tentang itu semua, akhirnya aku menganggukkan untuk melaksanakan 2 permintaan sekaligus, yaitu permintaan Revan dan Ibunda Mas Rama.
Keesokannya kami melaksanakan permintaan itu dengan sederhana disebuah masjid, tapi ternyata tak sesederhana apa yang aku pikirkan,kedua belah keluargapun memaklumi ini semua dan memang pada dasarnya kedua orang tuaku dan kedua orang tua Mas Rama memang sudah saling setuju jadi tak ada halangan yang berarti dari keluarga kami, dan ternyata  Revan telah menyiapkan segala sesuatu dengan detail, mulai dari tempat, pakaian, seserahan, dan semuanya terkecuali cincin dan mas kawin itu telah disiapkan mas Rama sebelum ibundanya memintaku untuk menjadi anaknya. Revan dan keluarga hadir diacara itu dan aku dapat melihat senyum tulus dan bahagia dari wajah revan, sambil duduk dikursi roda, revan yang saat itu mengenakan pakaian putih dan rapih terus tersenyum dan tetap ditangannya terdapat selang infus dan alat bantu pernapasan.
Suasanya berjalan kidmat dan tenang semua terlihat bahagia, akupun sudah merelakan dan menerima mas Rama untuk menjadi pendampingku, bukan lagi karena terpaksa demi memenuhi permintaan terakhir dan satu satunya dari revan atau untuk menyenangkan kedua orang tuaku yang merasa bahwa mas Rama adalah yang terbaik untukku, atau untuk melakasanakan pesan dari ibunda mas Rama. ini semua aku lakukan karena sekarang aku sadar mereka berdua, mas Rama ataupun Revan sama sama menyayangiku dan tuhan memiliki rencana yang indah, karena aku bisa merasakan kebagaiaan saat ini untuk diriku sendiri. Walaupun setelah aku merasakan kehancuran dan jatuh bangun dalam gejolak hati ku saat dihadapkan dengan semua ujian dari tuhan.
Ijab dan qabul terjadi sesuai dengan syariat dan kami sudah sah menjadi keluarga dan saat kata kata terakhir dari mas Rama saat membacakan janji untuk bersamaku dan terdengar kata sah dari para saksi, tiba tiba revan menarik napas dengan tersengal sengal dan aku segera menghampiri revan diikuti dengan mas Rama dibelakangku, dan saat aku tepat dihadapannya dan mas rama juga dihadapan revan, dia menyatukan tangan kami dan berkata berbahagialah kalian semoga menjadi keluarga yang bahagia dan diberkati tuhan, selamat tinggal, kalian telah menjadi penutup hariku dengan bahagia.
Saat itu tangisku tak dapat lagi aku tahan, bukan karena sedih tapi karena bahagia telah dizinkan untuk mengenal dia , Revan yang dahulu aku ganggu dan pernah menjadi bagian dari hari hariku yang bahagia, dan kini telah menjadi sahabat yang memberikanku kebahagiaan yang terakhir yang dapat diberinya .
itulah aku kamu dia dan akhir yang bahagia untuk semuanya.