Rabu, 12 Juni 2013

PEMBINAAN KEBANGASAAN INDONESIA

PEMBINAAN KEBANGSAAN INDONESIA Indonesia mendapat kemerdekaan setelah berjuang cukup , saat penjajahan belanda yang berlangsung selama 350 tahun , kemudian setelah itu jepang datang dan menjajah indonesia dengan mengatakan bahwa mereka adalah saudara jauh, dan itu terjadi dengan kurun waktu 3,5 tahun. Perjuangan terus dilakukan oleh seluruh bangsa indonesia, yang kemudian pada 17 agustus 1945 indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaanya dihadapan seluruh bangsa indonesia. Dan penjajah penjajah keluar dari negara indonesia tercinta ini. Pada era Globalisasi ini, kemerdekaan adalah mandiri secara total, maksudnya adalah kemerdekaan adalah kapasitas kemandirian yang dimiliki oleh bangsa ini, ini bisa dilihat dari kemampuan membangun hubungan terbuka dengan bangsa lain. Dimana hubungan ini adalah hubungan yang saling menguntungkan. Sebelum membahas mengenai “ Pembinaan Kebangsaan Indonesia” kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu Pembinaan. Pengertian Pembinaan Menurut Psikologi. Pembinaan dapat diartikan sebagai upaya memelihara dan membawa suatu keadaan yang seharusnya terjadi atau menjaga keadaan sebagaimana seharusnya. Dalam manajemen pendidikan luar sekolah,pembinaan dilakukan dengan maksud agar kegiatan atau program yang sedang dilaksanakan selalu sesuai dengan rencana atau tidak menyimpang dari hal yang telah direncanakan. Menurut Soetopo, H. dan Soemanto, W (1991: 43) bahwa “pembinaan adalah suatu kegiatan mempertahankan dan menyempurnakan apa yang telah ada”. Secara umum pembinaan disebut sebagai sebuah perbaikan terhadap pola kehidupan yang direncanakan. Setiap manusia memiliki tujuan hidup tertentu dan ia memiliki keinginan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Apabila tujuan hidup tersebut tidak tercapai maka manusia akan berusaha untuk menata ulang pola kehidupannya. Hal tersebut di atas dikaitkan dengan dengan masalah pembinaan, yang dijelaskan oleh pendapat para ahli. Menurut Pamudji, S (1985: 7) bahwa: Pembinaan berasal dari kata ”bina” yang berarti sama dengan ”bangun”, jadi pembinaan dapat diartikan sebagai kegunaan yaitu: merubah sesuatu sehingga menjadi baru yang memiliki nilai-nilai yang tinggi. Dengan demikian pembinaan juga mengandung makna sebagai pembaharuan, yaitu: melakukan usaha-usaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih sesuai atau cocok dengan kebutuhan dan menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Selanjutnya, menurut Hidayat, S (1979: 10) bahwa: Pembinaan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar, berencana, teratur, dan terarah untuk meningkatkan sikap dan keterampilan anak didik dengan tindakan-tindakan, pengarahan, pembimbingan, pengembangan dan stimulasi dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan. Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pembinaan dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu berasal dari sudut pembaharuan dan berasal dari sudut pengawasan. Pembinaan yang berasal dari sudut pembaharuan yaitu mengubah sesuatu menjadi yang baru dan memiliki nilai-nilai lebih baik bagi kehidupan masa yang akan datang. Sedangkan pembinaan yang berasal dari sudut pengawasan yaitu usaha untuk membuat sesuatu lebih sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Setelah semua pengertian pembinaan tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa “pembinaan Kebangsaan Indonesia” adalah suatu sistem yang dibentuk untuk mengubah keadaan yang telah ada , dimana keadaan ini berubah kearah yang lebih baik. Dengan adanya pembinaan kebangsaan ini diharapkan bahwa seluruh bangsa Indonesia dapat bersaing dengan negara negara lain. Karena jika dilihat dari letak geografis indonesia memiliki begitu banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk membentuk kemandirian bangsa, dimana kita tidak selalu tergantung dengan bangsa lain, bahkan dapat bersaing dengan mereka, karena pada era globalisasi ini kemerdekaan bukanlah hanya sebuah simbol atau kata kata, melainkan kemerdekaan adalah hal yang diraih dengan perjuangan keras para pahlawan terdahulu dan kini, kita sebagai generasi penerus wajib melanjutkan kemerdekaan itu dengan cara memaksimalkan kapasitas kemandirian kita atau bangsa indonesia dengan menjalin hubungan terbuka dengan bangsa lain. Banyak aspek yang dapat kita gunakan untuk membina kebangsaan bangsa ini, misalkan untuk kalangan pelajar bisa dengan menjalin hubungan dengan bangsa lain, dan memperlihatkan bahwa negara Indonesia tercinta ini memiliki aset aset masa depan yang telah terbina sehingga dapat bersaing dengan bangsa lain. Dari suatu penilaian pribadi saya, saya melihat bahwa bangsa bangsa yang maju pada era Globalisasi ini adalah bangsa bangsa yang karakternya telah tertempa dengan baik, mulai dari pola pikir dan semangat serta kedisiplinan mereka. Dimana mereka karakternya telah dibentuk dengan sedemikian rupa dan membawa negara nya kearah kemajuan. Pembinaan karakter ini, bisa dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu keluarga serta penanaman nilai nilai moral yang tinggi supaya kemerdekaan yang seluruhnya dapat dirasakan. Dalam pembinaan ini juga dibutuhkan komitmen dari bangsa Indonesia sendiri, sehingga daya saing dapat meningkat. Dan kita tak terjebak dengan terus menerus menjadi negara berkembang. Kemudian terjebak dengan budaya budaya asing yang masuk dan tanpa bisa kita saring, sehingga membuat kita melupakan budaya asli kita sebagai bangsa Indonesia , bahkan terjebak dalam perangkat teknologi. PAHAM KEBANGSAAN INDONESIA Paham kebangsaan muncul karena beberapa perjalanan bangsa indonesia sendiri dimana : 1. Sejarah Historis yang berasal dari perjuangan Seperti saya sebutkan diatas bahwa bangsa Indonesia ini pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun dan bangsa jepan 3,5 tahun. Dengan terjajahnya bangsa indonesia selama itu namun tak menyurutkan niat dan semangat bangsa untuk merebut kemerdekaan, sehingga perjuangan perjuangan terus di kobarkan diseluruh wilayah Indonesia. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai dan tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung didalamnya antara lain harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa. 2. Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 mei 1908 Kebangkitan ini ditandai dengan berdirinya sebuah organisasi yaitu Boedi Oetomo yaitu organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA, seperti Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tahun 1908. Pada mulanya organisasi ini bergerak dibindang bukan pada politik namun kemudian berubah menjadi politik pada tahun 1915. Awalnya bergerak pada bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pada tahun 1929, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Soetomo. Penggabungan (Fusi) Itu membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya). Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priyayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas BupatiKaranganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dariKeraton Pakualaman. 3. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Dimana isinya adalah sebagai berikut : 1.Kami putra putri Indonesia mengaku, bertumpah darah yang satu, tanah airIndonesia. 2. Kami putra putri Indonesia mengaku, berbangsa satu bangsa Indonesia. 3.Kami putra putri Indonesia mengaku, menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Ketiga keputusan tersebut dipatuhi oleh semua perkumpulan kebangsaan Indonesia. Keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuan, yaitu Kemauan, Sejarah, Bahasa, Hukum adat dan Pendidikan. Adapun makna Sumpah Pemuda menjadi tonggak penegas yang sangat penting dalam sejarah atau lebih jelasnya, bahwa kita wajib menjujung tinggi persatuan Indonesia berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Kita bangga bertanah air, berbangsa dan berbahasa Indonesia; Karena itu kita wajib mencintai tanah air,bangsa dan bahasa Indonesia. Rasa kebangsaan haruslah ditempa didalam diri setiap bangsa Indonesia dimana rasa kebangsaan ini saya rasa mulai luntur dengan banyaknya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia tanpa disaring oleh kebudayaan asli Indonesia. Untuk membangun negara Indonesia ini kearah yang lebih maju maka dibutuhkan semangat juang dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. WAWASAN KEBANGSAAN Wawasan kewarganegaraan adalah Istilah wawasan kebangsaan terdiri dari dua suku kata yaitu “wawasan” dan “kebangsaan” dan secara etimologi istilah wawasan berarti hasil mewawas, tinjauan, pandangan dan dapat juga berarti konsepsi cara pandang (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 18). Wawasan kebangsaan dapat juga diartikan sebagai sudut pandang / cara memandang yang mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati diri sebagai suatu bangsa dalam memandang diri dan bertingkah laku sesuai falsafah hidup bangsa dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Wawasan kebangsaan menentukan cara suatu bangsa mendayagunakan kondisi geografis negara, sejarah, sosio-budaya, ekonomi dan politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita dan menjamin kepentingan nasional. Wawasan kebangsaan menentukan cara bangsa menempatkan diri dalam tata hubungan dengan sesama bangsa dan dalam pergaulan dengan bangsa bangsa lain di dunia internasional. Nilai-nilai wawasan Kebangsaan yaitu; Penghargaan terhadap harkat dan martabat sebagai makhluk tuhan yang maha kuasa,tekat bersama untuk berkehidupan yang bebas, merdeka, dan bersatu , cinta tanah air dan bangsa , demokrasi dan kedaulatan rakyat , kesetiakawanan sosial , masyarakat adil dan makmur. WAWASAN NUSANTARA Wawasan nusantara adalah adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasiladan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. PERAN YANG HARUS DILAKUKAN OLEH GENERASI MUDA Saya sebagai generasi muda yang sudah pasti akan menjadi generasi penerus bangsa ini, memiliki banyak tanggung jawab yang berada diatas pundak saya. Bahkan bukan saya saja, melainkan semua generasi muda yang akan menjadi penerus. Sebagai generasi penerus untuk menanggulangi hal hal yang tidak diinginkan dimasa depan dengan Negara Republik Indonesia tercinta ini, kita wajib melakukan tindakan dan meneruskan tujuan dan cita cita para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Masalahnya adalah bagaimana menimbulkan semangat itu?, saya melihat banyak generasi muda yang terjebak dalam zona nyaman sehingga sulit untuk menantang diri menghadapi dunia ini. Padahal kita tahu negara ini ada ditangan generasi muda. Peran yang harus dilakukan menurut saya, carilah ilmu setinggi mungkin walau harus kenegri sebrang, tapi dengan catatan jangan lupakan Negara Republik Indonesia tercinta ini, kembalilah dan mari sama sama kita bangun negara ini. Lakukan hal hal kecil yang bisa membawa kedalam kemajuan. Misal tanamkan rasa gemar membaca, karena kita tahu buku adalah jendela dunia. Dimana kita bisa menemukan segala macam pengetahuan didalamnya. Namun jangan lupa untuk menanamkan bahwa ilmu itu harus dibagi. Banyak mereka yang berilmu tapi tidak memanfaatkan dengan baik, sehingga merugikan negara, ini menurut saya yahg perlu dipikirkan bersama. Jangan sampai setelah kita terbebas dari jajahan bangsa lain, lalu kita terjajah bangsa sendiri itu maksudnya. Gunakanlah ilmu dan pengetahuan sebijak mungkin. Semangat generasi muda dalam berkarya dan membangun negara ini. Negara bukan berada ditangan bapak kita, pejabat pemerintah kita, atau semua lembaga, tapi ada ditangan Generasi Muda. Kenapa saya katakan seperti itu, logikanya apakah mungkin mereka yang sekarang ada dipemerintahan akan selamanya berada disana? . lakukan segala sesuatu dengan pemikiran yang matang. Melihat generasi muda yang masih memiliki semangat juang dan darah yang masih muda sehingga segala sesuatu baik kecil bisa menjadi besar jika diselesaikan dengan cara yang salah. Saya tidak mengatakan demonstrasi itu salah, kenapa?. Sebagai generasi muda yang saya yakin memiliki intelektual tinggi mampu membedakan mana cara yang benar dalam menyelesaikan masalah dan mana yang salah. Demonstrasi benar boleh dilakukan mengingat negara kita menganut sistim bebas mengeluarkan pendapat. Tapi ada satu catatan penting yaitu, saat demonstrasi kita harus memiliki pondasi yang kuat. Maksudnya adalah tidak sekedar demonstrasi, ada alasan yang kuat, dan alasan ini bukan alasan yang bersifat Subyektif tapi harus Obyektif. Jika diajak untuk demonstrasi karena ada embel embel lain dibelakang tolong dipikirkan secara bijak ikut atau tidaknya. Jangan sampai masalah yang seharusnya tak merisaukan lingkungan sekitar kemudian menjadi merisaukan. Dan itu bukan hanya akan merugikan satu atau dua pihak tapi banyak pihak yang akan dirugikan. Misal, demonstrasi menggunakan anarkis, demonstrasi ini bisa menyebabkan jatuhnya korban, bahkan sering mereka yang menjadi korban bukanlah mereka yang ikut demonstrasi atau mengetahui pangkal masalahnya. Terima kasih untuk sumber dibawah ini, informasinya sangat membantu dalam penulisan sederhana ini, terima kasih  Sumber penulisan : http://yuslainiwati.blogspot.com/ http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara http://mentarivision.blogspot.com/2011/11/paham-kebangsaan-dan-lahirnya-pancasila.html http://www.masbied.com/2012/04/09/pengertian-pembinaan-menurut-psikologi/ http://thishasgottabegootlife.blogspot.com/2013/05/pembinaan-kebangsaan-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar